KoranNTB.com – Setelah beberapa pihak mengkritisi tabulasi data suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil NTB milik Irzani, kini kritik juga datang dari Pegiat IT NTB, Arman.

Arman menilai, data dalam tabulasi suara Irzani sangat sepihak dan penuh dengan indikasi kesalahan data.

“Saya lihat itu tabulasi suara sangat sepihak dan asal klaim paling unggul, padahal proses di KPU masih berlangsung,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Minggu, 28 April 2019.

Arman menilai, banyak data yang tidak sesuai dengan hasil di lapangan yang masuk dalam tabulasi suara tim Irzani.

“Data hasil pantauan saya di masing-masing TPS sangat jauh berbeda dari data yang dimiliki Irzani. Enggak tahu tim-nya dapat data dari mana,” tandasnya.

Sebelumnya, Irzani mengklaim memperoleh suara tertinggi dalam pemilu DPD RI Dapil NTB 2019. Dalam tabulasi suara yang diinput tim Irzani, suara Irzani diklaim mencapai 95.893 ribu. Itu belum termasuk suara Lombok Timur.

Irzani mengklaim dirinya untuk sementara paling unggul dari calon lainnya dengan perolehan suara tertinggi.

“Kami memiliki data center yang selalu update suara yang masuk. Di sana tidak betul suara Irzani paling tertinggi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pada tabulasi sementara yang terhimpun, suara paling tinggi diperoleh Sukisman Azmi. Kemudian urutan kedua antara Gede Syamsul Mujahidin dan Irzani. Pada posisi ketiga diraih Evi Apita Maya. Baru kemudian disusul Baiq Diyah Ratu Ganefi, Farouk Muhammad dan Ibnu Khalil.

Namun, Arman tidak menyebut berapa jumlah suara yang diraih para calon. “Jadi tidak benar Izani meraih suara paling tinggi. Itu data yang dia miliki apa sudah dikomparasikan dengan data calon lain atau pihak lain?” Tandasnya.

Lebih lanjut dia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil perhitungan resmi KPU. Karena, bukan tidak mungkin posisi suara akan berubah sesuai dengan suara yang masuk. (red/5)