ILC Cuti Panjang, Karni Ilyas: Tanda-tanda Topan dan Badai akan Datang

KoranNTB.com – Program Indonesia Lawyer Club (ILC) tvOne yang dipandu Karni Ilyas memutuskan untuk cuti panjang. ILC tidak akan tayang hingga waktu yang belum ditentukan.

Link Banner

Cutinya program acara unggulan tersebut langsung diunggah Karni Ilyas melalui akun Twitternya.

“Dear Pencinta ILC: Selama hampir setahun ILC sudah bekerja memberikan informasi, pendidikan publik dan ikut mengawal dari kampanye sampai pemilu. Karena itu mulai Senin besok, saya memutuskan untuk mengambil cuti. Mohon maaf dan sampai ketemu ILC yad,” ujar Karni.

Pada tweet lainnya, Karni mengatakan ILC akan cuti panjang. “Mohon maaf saya dan ILC lagi cuti panjang. Sampai ketemu di ILC mendatang,” ucapnya.

Sontak saja berbagai opini muncul saat Karni memutuskan untuk cuti. Said Didu melalui akun Twitter menulis kejanggalan cutinya Karni.

“‘Dibunuhnya’ acara @ILCtv1 dan “dipaksanya” Bang @karniilyas cuti panjang merupakan salah satu batu nisan kematian demokrasi di Indonesia,” tulis Said.

Lebih mengejutkan saat Karni menulis tweet tentang badai dan topan yang akan datang. Hal tersebut ditulis usai memutuskan untuk cuti.

“Banyak yg kecewa karena ILC cuti. Saya pernah bilang saya surfer (peselancar). Peselancar piawai tak pernah takut dg gelombang besar. Dia justru masuk digulung gelombang itu, tapi tetap berjaya di atas. Namun peselancar yg pengalaman tahu kapan hrs menarik papan selancar pulang,” tulisannya.

“Ini comment yang paling benar. Sebenarnya kalimat saya tadi ada kelanjutannya. “Peselancar yg berpengalaman tahu kapan papan selancar harus ditarik pulang. Ketika di langit sudah ada tanda-tanda badai dan topan akan datang,” tulis Karni.

Banyak pihak yang mengkaitkan cutinya Karni dan program ILC buntut dari intervensi penguasa. Namun Karni tidak menguntungkan alasan sebenarnya mengapa dia memilih cuti.

“Sekali lagi mohon maaf untuk yang kecewa ILC cuti. Saya pernah mengatakan, “Tidak semua yg saya tahu bisa saya katakan. Tidak semua yg saya alami bisa saya ceritakan.” (red/7)