KORANNTB.com – United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program kemitraan untuk memulihkan ekonomi masyarakat di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pasca gempa, Jumat, 13 September 2019.

Program tersebut pertama kali dijelankan di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Lombok Utara. Program membidik masyarakat belajar keterampilan baru untuk
meningkatkan produksi tanaman, memelihara perkebunan, dan menciptakan produk jadi untuk membangun usaha ekonomi menggunakan komoditas lokal.

Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sophie Kemkhadze, mengatakan pemanfaatan ekonomi lokal akan memberikan kesempatan bagi desa yang dilanda gempa untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Link Banner

“Keterampilan baru dan pemahaman tentang produksi pertanian diperlukan untuk meningkatkan mata pencaharian petani. Keterampilan baru seperti itu sangat diperlukan untuk mempercepat  proses pembangunan kembali di daerah yang dilanda gempa,” katanya.

Sophie menjelaskan, kemitraan itu dapat menciptakan peluang besar bagi penduduk Desa Sambik Elen untuk membangun kembali dengan lebih baik, terlebih lagi desa tersebut memproduksi kopi dan kacang mete.

“Ini juga merupakan peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk perempuan,” katanya.

Komisioner BAZNAS, Nana Mintarti, mengatakan program yang diselenggarakan di Lombok, setelah UNDP dan BAZNAS meluncurkan desa agrowisata di Jambi yang menjadi salah satu kantong komoditas utama Indonesia. Program kemudian menyasar Desa Sambik Elen di Lombok Utara karena desa tersebut menghasilkan banyak komoditas yang diyakini dapat memperbaiki ekonomi masyarakat.

“Kolaborasi kami dalam meningkatkan pembangunan ekonomi lokal di Sambik Elen akan mencakup beberapa potensi di sana seperti jambu mete, kopi, porang, madu Trigona, dan UKM” ujarnya.

Lombok saat ini memang masih dalam tahap perpanjangan masa rehabilitasi dan rekonstruksi, karena banyak rumah yang belum berdiri pasca dihantam gempa. Terlebih lagi,  sebanyak 564 korban tewas dan lebih dari 70 ribu rumah dan infrastruktur rusak, tentu untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat sangat sulit.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, turut mengapresiasi program tersebut sebagai langkah baik dalam membantu masyarakat pulihkan ekonomi.

Program tersebut tidak hanya mengajar petani meningkatkan nilai produksi di desa mereka, tapi juga memberikan bantuan teknis baik on-farm maupun off-farm dan pengembangan peralatan produksi melalui pinjaman lunak dan hibah mikro.

UNDP berharap inisiatif pembangunan ekonomi lokal akan mengakomodasi upaya untuk mengentaskan kemiskinan di daerah yang terkena bencana alam untuk mencapai SDGs. (red)

Foto: Warga Sambik Elen Lombok Utara petani kacang mete.