YPH PPD NW Pancor Jadi Rujukan Sentra Bisnis Berbasis Pesantren

KORANNTB.com – Bank Indonesia melalui Deputi Ekonomi dan Keuangan (DEK) Syariah saat ini tengah mendorong Pengembangan Bisnis Berbasis Syariah Pesantren.

Program tersebut dihajatkan untuk pesantren dan terus akan menjadi model pendidikan dan dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Sebagai institusi pendidikan berbasis Islam, pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam melahirkan agen-agen pembangunan masa depan.

Dua tujuan utama program DEK Syariah BI ini yakni menumbuhkan sentra bisnis berbasis pesantren,  dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan kalangan pesantren, sehingga tidak hanya menjadi konsumen produk luar (jangka pendek). Sedangkan untuk jangka panjang, juga sebagai agen pembangunan masa depan yang lahir dari pesantren, selain memiliki kompetensi keagamaan,  juga harus memiliki kompetensi entrepreneur.

Untuk itu, DEK Syariah BI menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah Pesantren (FESyar) wilayah Indonesia Timur, yang saat ini sedang berlangsung sejak 11 hingga 14 September di Banjarmasin.

Untuk tahun 2019 ini, BI cabang Mataram NTB diwakili oleh dua UKMK berbasis syariah dan satu Pesantren unggul dalam ekonomi syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan (YPH PPD NW) Pancor, yang diwakili H. Khirjan Nahdi hadir dalam acara ini dengan tiga agenda, di antaranya presentasi pesantren unggul (bersaing dengan Pesantren Nurul Aman, Kota Makasar, Sulsel, Pesantren Wali Sanga, Kabupaten Ende,  NTT).

Selain presentasi pesantren unggul,  tim YPH PPD NW Pancor juga menjadi narasumber dalam seminar pengembangan ekonomi pesantren berbasis syariah, panel bersama Prof.  Hafidz Anshary (Pengarah Syariah Perbankan Syariah Kalimantan Selatan), Bambang Himawan (Deputi DEK Syariah BI Pusat) dan pimpinan pesantren nominasi pesantren unggul dari Sulsel dan NTT.

Agenda terakhir, perwakilan YPH PPD NW Pancor mengikuti FGD Model Holding Pesantren. Khusus FGD ini ditujukan untuk menghimpun dan membagi ide, resources, bahkan produk pesantren antar pesantren yang diikuti oleh 11 pesantren dari Prop. NTB, Kalsel, Sulsel, Gorontalo,  Sulteng, dan Papua.

Khirjan mengatakan, banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini, seperti memperoleh hasil yang membanggakan sebagai pesantren unggul di wilayah timur Indonesia.

“Hal ini mengingat besarnya komunitas santri di YPH PPD NW Pancor, dan banyaknya potensi bisnis (syariah)  yang dapat dikembangkan,” katanya di Banjarmasin, Jumat, 13 September 2019.

Kelanjutan dari kegiatan ini, secara berkala akan ada pertemuan-pertemuan koordinasi, berbagi ide dan alih teknologi yang dibutuhkan oleh anggota Holding ini di bawah fasilitasi DEK Syariah BI Pusat. (red)

Foto : Bersama tim juri usai Presentasi Pesantren Unggul di Banjarmasin. (Ki-ka) Iwan Usma Wardani (Staf YPH), Abd. Azis (Dit. Pend. Madrasah Dan Ponpes Kementrian Agama), H. Khirjan Nahdi (delegasi YPH PPD NW), dan Yasmin (FE dan Manajemen Univ. Indonesia)