Cover Jokowi di Majalah Tempo kembali Bikin PDIP “Ngamuk”

KORANNTB.com – Setelah menggunakan cover bergambar presiden Jokowi dengan bayangan hidung panjang seperti Pinokio, kini majalah Tempo membuat cover baru kritisi Jokowi.

Pada majalah edisi 7-13 Oktober 2019, Tempo kembali menampilkan wajah Jokowi sebagai cover majalah.

Dalam ilustrasi Jokowi, Tempo melukiskan wajah Jokowi bermata sipit dengan mulut mancung, sembari menggunakan sandal yang besar dan longgar pada kaki Jokowi. Bahkan, tangan kanan Jokowi menunjuk ke arah dada sendiri.

Jokowi dilukiskan berkemeja putih dan celana hitam. Di samping karikatur Jokowi, tertulis kalimat “PERPU TIDAK, PERPU, TIDAK…” Itu menghambat sikap Jokowi yang terkesan menggantung menurunkan Perpu KPK yang didesak masyarakat saat ini.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan PDIP merespon negatif atas munculnya cover tersebut.

“PDI Perjuangan sangat menghormati kritik sebagai esensi penting dalam demokrasi. Namun etika jurnalistik tetap harus dikedepankan. Demokrasi memerlukan estetika, perlu pemahaman terhadap kebudayaan bangsa, sehingga tampilan karikatur Majalah Tempo terhadap Presiden Jokowi dalam beberapa edisi terakhir sangat disesalkan,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Oktober 2019.

Cover Majalah Tempo edisi 7-13 Oktober 2019. (istimewa)

Menurut Hasto, cover Tempo tidak mencerminkan pesan jurnalistik. Dia sangat menyesalkan munculnya cover itu.

“Ketika media tersebut memberikan kritik yang begitu tajam terhadap PDI Perjuangan kami menerimanya sebagai bagian dari kritik dan kami lakukan otokritik, namun ketika simbol negara Presiden Republik Indonesia dibuat karikatur tersebut, kami sangat menyesalkan. Karikatur Presiden Jokowi cermin kemunduran kualitas jurnalistik karena minus kebajikan,” ujarnya.

Hasto mengatakan pemerintah dan DPR tetap akan mempertahankan UU KPK yang dinilai masyarakat sebagai upaya melemahkan KPK.

“Terkait dengan revisi UU KPK suara DPR dan Pemerintah bulat. Jalankan undang-undang baru tersebut, kita monitor, cermati, dan kita semua punya tanggung jawab untuk memberantas korupsi,” katanya.

“Presiden Jokowi tidak akan tingal diam memberantas korupsi, ada atau tidak ada undang-undang. Sebab korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Namun dengan revisi tersebut, ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan kewenangan yang selama ini banyak terjadi,” sambungnya.

Menurut Hasto, Jokowi adalah simbol negara, sehingga masyarakat perlu menghormatinya. Dia meminta untuk berhenti membuat karikatur negatif Jokowi.

Saat beredar cover Pinokio pekan lalu, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Ahmad Jauhari mengatakan gambar yang ada pada sampul majalah Tempo merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah. Dia meminta pihak manapun tak perlu menanggapi secara berlebihan cover Jokowi yang menyerupai Pinokio tersebut.

“Di negara demokrasi, kritik atau gambar ledekan seperti itu sebenarnya lumrah, tapi di sini masih pada baper, dianggap sebagai serangan pribadi,” kata Ahmad Jauhari. (red)