Rohman Farly Bangga, Masih Ada Masyarakat Peduli Penyu di Mataram

KORANNTB.com – Bakal Calon Walikota Mataram H Rohman Farly yang kerap disapa HRF mengapresiasi semangat masyarakat pesisir Kota Mataram untuk turut melestarikan lingkungan.

Kelompok Masyarakat di Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, yang berhasil membangun kesadaran untuk menyelematkan dan melestarikan Penyu, dinilai HRF bisa menginspirasi terbentuknya destinasi-destinasi wisata baru di Kota ini.

“Apa yang dilakukan masyarakat di sana sangat inspiratif ya. Dimana mereka menyelamatkan telur-telur Penyu dan membuat penangkaran hingga pelepasan tukik nantinya,” kata HRF, Minggu, 8 Desember 2019.

Link Banner

Kawasan pantai mulai dari Pantai Gading hingga Pantai Panjung Karang, saat ini memang tengah bergeliat dengan pusat kuliner ikan bakarnya.

Dengan adanya penangkaran Penyu ini, HRF berharap kelak lokasi-lokasi ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner, sekaligus wisata edukasi lingkungan. Dalam hal ini pelestarian Penyu yang termasuk satwa dilindungi.

“Inisiatif-inisiatif masyarakat yang seperti ini harus didorong terus untuk dikembangkan. Saya sangat mengapreasiasinya,” ujarnya.

HRF mengatakan, bentangan pantai di sepanjang pantai Gading hingga Tanjung Karang dan Loang Baloq, sangat strategis dikembangkan sebagai kawasan destinasi wisata baru dikota Mataram.

Apalagi inisiatif publik, terutama masyarakat nelayan di kawasan itu sudah lebih dulu membuka peluang usaha kuliner ikan bakar di sepanjang jalan.

“Tugas pemerintah tinggal memfasilitasi saja. Mengembangkan kapasitas masyarakat, terutama dalam hal pengembangan destinasi pariwisata baru,” tegas HRF

Pantai Bagek Kembar memang belum serapi dan tertata seperti pantai Gading di dekatnya. Namun, semangat kelompok masyarakat disana untuk menyelamatkan dan melestarikan Penyu, akan menjadi potensi kawasan ini menjadi destinasi baru di Kota Mataram.

Inisiasi penyelamatan Penyu di Bagek Kembar bermula dari keprihatinan Arfandi, Ketua Kelompok Penyelamat Penyu ‘Putra Samudra’, atas maraknya perburuan dan penjualan telur penyu yang mengancam keberlangsungan ekosistem.

Arfandi, warga Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram mencoba membentuk komunitas penyelamat penyu sejak 2018 lalu.

Upaya kelompok Putra Samudra yang dibentuknya, kini membuahkan hasil. Selain bisa menyelamatkan penyu, upaya komunitas juga memunculkan potensi ecowisata di kawasan Pantai Bagek Kembar. (red)

Link Banner
Link Banner