BMKG Tambah 14 Sensor Gempa Bumi di NTB

KORANNTB.com – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram menambah 14 sensor gempa bumi di NTB di tahun 2020.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram,  Ardhianto Septiadhi, mengatakan dari tahun ke tahun BMKG melengkapi jaringan pengamatan melalui pemasangan sensor gempa bumi.

“Tahun ini rencananya akan dipasang 14 sensor gempa bumi,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2020.

Link Banner

14 sensor yang akan dipasang masing-masing satu sensor di Kota Mataram, satu di Lombok Barat, dua di Lombok Timur dan satu di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kemudian, lima di Kabupaten Sumbawa dan empat unit sensor gempa bumi akan dipasang di Kabupaten Bima.

Sebelumnya di tahun 2019 Stasiun Seismik di NTB hanya memiliki empat sensor gempa bumi, yaitu di Pemenang, Taliwang, Plampang, dan Dompu.

Kemudian di tahun 2019 ditambahkan tiga sensor lagi di Bayan, Praya Barat, dan Pekat. Sehingga total sensor akan berjumlah 21 sensor gempa.

Ardhianto mengatakan, dengan adanya penambahan alat sensor tersebut maka akan menambah kecepatan dan akurasi pengamatan gempa bumi.

“Dengan tambahan tahun ini akan menambah kecepatan dan akurasi dalam pengamatan gempa bumi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dengan melihat sumber gempa di Lombok yang terdapat sumber gempa di utara dan selatan Lombok, maka sensor gempa tidak hanya dipasang di NTB saja, melainkan hingga Bali, Kalimantan dan NTT.

“Dilihat dari sumber gempanya di Lombok ada dari utara dan selatan, jadi alat pendeteksinya pun gak hanya di Lombok, kita juga memasang di Bali, Kalimantan dan NTT,” katanya. (red)

Link Banner
Link Banner