Gubernur NTB: Kedatangan Kapal Pesiar Bagian dari Strategi Marketing

KORANNTB.com – Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyebutkan sikap NTB mengizinkan setiap kapal pesiar membuang sauh ke NTB adalah bagian dari strategi marketing dalam mendongkrak kunjungan wisatawan.

Itu dilakukan agar para turis memandang NTB memiliki fasilitas kesehatan maupun tenaga medis yang baik.

“Kalau teman-teman mengatakan kenapa ketika daerah lain melarang, tiba-tiba kita sebagai pimpinan daerah menerima, itu marketing strategi juga, sehingga orang melihat kenapa NTB berani, mungkin karena fasilitas kesehatan kita lebih baik, mungkin karena tenaga medis kita,” ujar Gubernur NTB, di Mataram, Jumat, 13 Maret 2020.

Link Banner

Strategi tersebut diklaim dapat membuat wisatawan akan mengingat NTB selalu.

“Coba bayangkan kalau teman-teman berada di kapal pesiar yang di mana-mana sudah ditolak, terus ada satu daerah yang menerima, di situ mereka akan ingat selalu,” katanya.

“Kepandaian kita membaca situasi penting buat mendudukkan posisi daya saing kita di masa mendatang,” katanya.

Dia juga meminta media berperan agar tidak terlalu memberitakan soal Corona agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

“Tentu strategi-strategi yang lain kita bicarakan bersama dan kita minta bantuan pada media jangan terlampau sering yang masih belum clear sudah diberitakan, karena yang baca media online di seluruh dunia, bukan hanya di kita saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat saat ini memberikan target agar NTB dapat mendatangkan 4,5 juta wisatawan, dengan perincian 2,5 juta domestik dan 2 juta wisatawan mancanegara.

“Target 4,5 juta itu adalah target yang diminta oleh pemerintah pusat supaya NTB bisa mendatangkan turis seperti itu,” ujarnya.

Dia juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk meminta memperinci target wisatawan yang akan ditarik untuk berkunjung ke NTB.

“Kemarin di rapat koordinasi dengan pariwisata kita meminta 4,5 juta itu dibikin rinci dari mana. Karena kalau belum diperinci kan wisatawan dari China treatment beda dengan Eropa, beda dengan Australia, beda dengan Malaysia,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika target wisatawan dapat diperinci, maka kemudian dilakukan strategi untuk menarik mereka datang ke NTB. Salah satunya dengan membuka penerbangan langsung (direct flight) dari negara asal turis ke NTB.

“Kalau misalnya di 4,5 juta berapa dari China, berada dari Australia, berapa dari Eropa jadi strategi kita jelas. Australia dengan adanya direct flight dari Pearl ke Lombok itu kenaikan sudah 1.200 persen, maka salah satu caranya buka direct flight lebih banyak,” ujarnya. (red)

Link Banner
Link Banner