Langkah Taktis Cegah COVID-19

dr. Asrarudin Hamid

(Bima – Nusa Tenggara Barat)

KORANNTB.com – Covid-19 adalah infeksi virus flu (Coronavirus), telah membunuh hampir 20.000 orang seluruh dunia saat ini dan kemungkinan akan naik. Menyebar melalui Droplet (air ingus, air ludah).

Ciri umum : Demam/panas tinggi (suhu tubuh > 38°Celsius), sesak napas (> 25 ×/menit). Maka jika ada orang dengan keluhan ini : SEGERA KONTAK PETUGAS TERDEKAT.

Hal yang penting adalah ada 2 kriteria:

1. ODP (Orang Dalam Pantauan), semua orang yang baru pulang dari zona merah/positif Covid-19. Mahasiswa, orang2 yang mudik. Sadar diri untuk memberitahukan petugas.
2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Harus diawasi dengan ketat.

ODP harus melakukan isolasi diri minimal 14 hari sejak sampai ke kampung. PDP pun sama. Obati semua keluhan. Kontak dokter/nakes kamu.

Langkah penting:

1. Bikin Satgas (ini tentu sudah ada di setiap daerah masing-masing)
2. Jaga jarak. Kurangi aktivitas di areal publik dan jauhi keramaian. Acara-acara kumpul apapun. Kampanye, tabliq akbar, sunatan, nikah semua ditunda dulu.
3. Rajin cuci tangan. Siapkan ember di depan rumah. Isi dengan air. Sediakan sabun jadi setiap ada tamu/masuk rumah pastikan tangan bersih.
4. Rajin mandi. Minimal 2x sehari. Virus pada beberapa tulisan menyebutkan akan rusak jaringannya kalau terkena sabun.
5. Jemur badan setiap pagi minimal 5-10 menit. Matahari pagi bagus buat badan.

Kamu boleh makan apa?
Makan apapun. Telur sangat bagus karena mengandung banyak protein dan gizi. Makanan lain yang paling bagus adalah : jeruk, nanas, pepaya, tomat, jambu biji dan semuanya. Tidak ada pantangan makanan.

Boleh salat jamaah?
Salat jamaah dibatasi di masjid-masjid karena kumpul. Ini sudah ada panduannya melalui Fatwa MUI dan Tarjih PP Muhammadiyah dan anjuran PBNU. Di daerah zona merah (positif Covid-19) azan sudah ditambahkan dengan lafal Assholatu fii biyatikum (salatlah di rumah masing-masing).

Kamu masih boleh ke ladang, sawah dan pasar?
Justru saat ini tetap boleh. Asalkan jaga jarak. Kurangi kontak fisik karena kita tidak tahu siapa saat ini yang sakit. Jika ada yang sakit misalkan flu, batuk pilek, sakit perut segera obati dan isolasi diri (kurangi ke mana-mana, jaga jarak dan istirahat cukup).

Perlu pakai masker?
Jika ada silahkan, tetapi jika punya masker. Hubungi tenaga kesehatan. Infak kepada mereka karena kita kekurangan stok alat perlindungan diri.

Puasa?
Sangat bagus. Puasa sangat bagus. Karena dengan puasa kita mengistirahatkan badan kita sejenak. Membuat pikiran kita lebih tenang. Pikiran tenang akan membuat badan lebih rileks/santai dan ini membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT.

Sampai kapan seperti ini?
Infeksi ini disebabkan oleh virus. Saat ini belum ada pemeriksaan menyeluruh seluruh Indonesia siapa yang punya virus ini di badannya. Belum juga sebaran karena arus masuk/keluarnya orang-orang yang turut membawa (jadi carrier) virus ini. Bulan-bulan berat kita (berdasar penelitian) justru di bulan April dan Mei.

Lah, kamu tidak mudik lebaran?
Mudik tidak dianjurkan. Karena ditakutkan kita membawa virus dan menginfeksi keluarga kita. Orang tua kita dan orang-orang berusia lebih dari 50 tahun ke atas sangat rentan sakit. Jika terkena infeksi virus COVID-19 akan memperberat kondisi mereka.

Lalu?
Lembo ade (bersabarlah). Semoga penyakit dan wabah ini segera diangkat oleh Allah SWT. Kita hanya bisa berikhtiar. Upaya. Tawakal adalah jalan terakhir bagi kita orang-orang beriman. Jaga kesehatan ya. Kamu harus hidup! (red)