NTB Masuk 10 Besar Positif Corona di Indonesia

KORANNTB.com – Peningkatan jumlah pasien positif Corona di Nusa Tenggara Barat terus meningkat dari hari ke hari. pada Senin, 20 April 2020 kemarin jumlah pasien positif secara akumulatif 93 orang, kini pasien terkonfirmasi COVID-19 bertambah 15 orang menjadi 108 pasein.

Atas melonjaknya jumlah pasien positif, menempati NTB pada posisi ke sembilan jumlah pasien positif di Indonesia.

NTB berada setingkat lebih rendah dari Papua yang berjumlah 118 pasien. Sementara posisi 10 di bawah NTB adalah Kalimantan Selatan dengan jumlah pasien 98 orang.

Link Banner

1. DKI Jakarta, 3.260 Pasien Positif Corona
2. Jawa Barat, 756  Pasien Positif Corona
3. Jawa Timur, 603 Pasien Positif Corona
4. Jawa Tengah, 449 Pasien Positif Corona
5. Sulawesi Selatan, 374 Pasien Positif Corona
6. Banten, 341 Pasien Positif Corona
7. Bali, 150 Pasien Positif Corona
8. Papua, 118 Pasien Positif Corona
9. Nusa Tenggara Barat, 108 Pasien Positif Corona
10. Kalimantan Selatan, 98 Pasien Positif Corona

Sebelumnya, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengingatkan agar bersiap-siap beberapa hari ke depan terjadi peningkatan jumlah pasien positif.

Itu karena hasil rapid test telah dilakukan terhadap 1.157 klaster Gowa di NTB. Hasil test cepat tersebut sebanyak 327 orang menunjukkan hasil reaktif atau sangat besar berpotensi terpapar Corona.

“Kami sudah mendata teman-teman cluster Gowa jumlahnya lebih dari 1000an. Dan hasil rapid test sementara sudah 367 yang reaktif. Biasanya yang reaktif ini lebih dari 50 persennya jadi positif,” katanya, Selasa, 21 April 2020.

“Artinya kita harus siap-siap di beberapa hari ke depan terjadi lonjakan jumlah yang positif. Tetapi tentu lebih baik menyalakan lilin dari pada kita mengutuk kegelapan. Daerah-daerah yang kebetulah sudah cukup banyak yang reaktif harus segera menyiapkan diri dan masyarakat harus secara psikologis disiapkan untuk menerima kenyataan ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, Gubernur mengatakan kabar baiknya semua klaster Gowa telah teridentifikasi, sehingga meminimalisir terjadinya transmisi lokal atau penyebaran Coronavirus di daerah ini.

“Banyak yang terkejut ketika lonjakan yang positf Korona naik begitu cepat di tempat kita. Mestinya kita tidak perlu terkejut karena cluster-cluster alhamdulillah sudah teridentifikasi. Dan dengan sudah teridentifikasi insyaallah kita jadi lebih mudah menanganinya,” ujar Zulkieflimansyah. (red)

Link Banner