KORANNTB.com – Sebuah video penjemputan seorang pasien positif Corona di Kota Mataram beredar. Video tersebut menjadi viral karena sempat terlihat pasien menolak kedatangan petugas medis.

Pasien tersebut diketahui pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar. Ia dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil SWAB keluar.

Dalam video, pria berusia 57 tahun berinisial S itu akhirnya melunak setelah petugas mengatakan keberadaannya di tengah masyarakat membahayakan masyarakat, karena dia telah positif Corona. Dia kemudian dibawa ke ruang isolasi RSUD Kota Mataram.

Dihubungi melalui sambungan telepon, S atau akrab disapa Abah Den, meminta maaf video tersebut menjadi viral.

Ia mengatakan, saat itu tidak bermaksud melawan petugas medis, namun ia kesal karena hasil SWAB lama keluar, dan tiba-tiba setelah keluar didatangi petugas menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Saya diswab tanggal 16 April hari Kamis di rumah sakit kota namun sampai tadi malam hasil swab saya belum keluar. Hampir dua pekan. Bagaimana saya tidak jengkel hasil Swab tidak keluar tapi tiba tiba didatangi astronot ke Masjid” katanya, Jumat, 1 Mei 2020.

Dia mengaku, dilakukan test SWAB setalah 21 hari pulang dari Gowa atau pada Kamis, 16 April 2020. Sejak saat itu dia tidak pernah dihubungi petugas lagi, bahkan untuk memantaunya menjalani isolasi mandiri. Akibatnya, ia kemudian ikut melaksanakan salat tarawih seperti sedia kala.

“Kejengkelan saya bertambah, karena saya selalu menyampaikan kepada jamaah agar kooperatif, taat pada aturan dan prosedur pemerintah, tapi malah saya yang dijemput paksa” katanya sambil tertawa.

Namun Abah Den minta maaf kepada masyarakat karena telah membuat kehebohan akibat beredar video tersebut. Ia mengatakan itu adalah kesalahpahaman.

“Saya minta maaf kepada seluruh warga Karang Kemong Mataram mungkin telah banyak merasa terganggu,” katanya. (red)

Reportase Fikir Seluruh Alam