Petani Golden Melon Lombok Barat, Sukses di Tengah Pandemi Corona

KORANNTB.com – Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada ekonomi masyarakat. Namun, di tengah gejolak ekonomi yang serba sulit, ternyata berbeda terbalik dari yang dialami petani asal Desa Ombe, Kecamatan kediri, Lombok Barat.

Seorang petani, Abdul Hamid dapat eksis di tengah pandemi berkat usaha tanaman hidroponik golden melon yang dikembangkannya.

Mantan pekerja migran Indonesia ini mengembangkan pertanian hidroponik golden melon berkat ilmu yang dipelajari selama 12 tahun merantau di Negeri Jiran.

“Saat ini baru dikembangkan di areal seluas 40 are, yang terdiri dari sembilan blok, di mana dalam satu bloknya bisa menghasilkan lima kwintal atau menghasilkan sekitar Rp10 juta,” katanya, Rabu, 24 Juni 2020.

Sementara dalam sebulan biasanya ia bisa panen hingga 3-4 blok atau menghasilkan Rp30 – Rp40 juta, di luar biaya-biaya operasional dan perawatan.

“Sedangkan biaya produksi yang dikeluarkannya hanya sebesar Rp1 juta pada setiap bloknya,” ujarnya.

Dengan biaya produksi hanya sebesar 10% dari hasil panen,  sehingga mempunyai potensi besar untuk perekonomian masyarakat Desa Ombe.

“Golden Melon ini satu-satunya dikembangkan di Indonesia, dengan konsep hidroponik, tanpa bahan kimia. Rasanya juga tidak ada yang nyamain,” ujarnya.

Abdul Hamid menjelaskan, tanamannya dijamin bebas dari pestisida, karena dilakukan netting (pemasanagan net tanaman) pada setiap blok, untuk mengantisipasi serangan hama.

Sebelumnya, ia mengaku saat awal pandemi sempat mengalami kesulitan mendapatkan bibit dan bahan lain, karena bahas berasal dari Malaysia.

“Sempat terkendala terkait dengan pandemi Covid-19, di mana sebelumnya, dari bibit hingga bahan-bahan lainnya masih didatangkan dari negara asalnya,” jelasnya.

Ia kemudian mengembangkan bibit secara mandiri. “Sekarang sudah banyak bahan-bahan lokal, baik dari pasokan nutrisi organik, hingga anti hama maupun bahan-bahan lainnya,” sambungnya.

Kini dalam satu blok golden melon miliknya, dengan melakukan percobaan untuk melakukan pembibitan secara mandiri, mengurangi ketergantungan bibit dari negara asalnya.

“Dijamin, golden melon ini benar-benar tidak memakai bahan kimia, semua menggunakan bahan organik, termasuk dalam pencegahan hama,” ujarnya.

Bahkan, Kapolsek Kediri Iptu Donny mengunjungi lokasi pertanian milik Abdul Hamid karena kagum dengan ide kreatifnya di tengah pandemi. (red)

Link Banner
Link Banner