552 Industri Rumahan Kue Kering di NTB Dapat Porsi di JPS Gemilang

KORANNTB.com – Program JPS Gemilang NTB Tahap III diperkirakan mampu menggeliatkan setidaknya 552 industri rumahan (Home Industry) kue kering di Lombok dan Sumbawa. Tenaga kerja yang terserap mencapai 1.650 orang.

Sekretaris Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, setidaknya 184 IKM kue kering terdaftar di program JPS Gemilang Tahap III. Namun dari 184 IKM itu masing-masing menaungi kelompok IKM binaan setara home industry rata-rata 2-3 binaan.

“Jadi kita perkirakan untuk komoditi kue kering ini ada 552 IKM, home industry yang turut bergeliat. Kalau rata-rata tenaga kerjanya tiga orang, maka potensi lapangan pekerjaannya mencapai 1.650 orang,” kata Baiq Nelly, Rabu, 24 Juni 2020 di Mataram.

JPS Gemilang Tahap III memasukan item kue kering sebagai salah satu produknya. Pada tahap III, JPS menyasar sekitar 125 ribu keluarga penerima.

Setiap paket JPS Gemilang tahap III berisi 250 gram kue kering dalam kemasan toples.

Menurut Nelly, dengan mengakomodir produk kue kering maka JPS Gemilang juga membantu IKM dan industri rumahan kue kering di NTB untuk membesarkan produksinya.

“Jenis kue keringnya juga sangat kreatif, beragam dan ternyata memang banyak inovasi dari IKM dan home industry kita di NTB ini,” kata Nelly.

Ia mengatakan, keberpihakan program JPS Gemilang NTB yang mengutamakan produk lokal NTB mulai dirasakan pelaku UKM/IKM di daerah ini.

“Yang harus disyukuri bahwa dengan JPS Gemilag ini masyarakat kita terutama pelaku UKM/IKM bisa tetap berproduksi di masa pandemi saat ini. Selain itu ada peluang lapangan kerja di saat sejumlah sektor lain justru banyak dirumahkan,” katanya.

Dinas Perdagangan NTB bertanggung jawab untuk komoditi Kopi, Sabun, dan Kue Kering dalam item di JPS Gemilang NTB.

Secara umum, papar Nelly, program JPS Gemilag saat ini juga sangat membantu Dinas Perdagangan dalam memetakan potensi dan mendata UKM/IKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

“Dengan JPS Gemilang ini kita bisa upgrade data kita terkait UKM/IKM dan lebih memfokuskan lagi mana UKM/IKM yang potensial yang akan dibina,” katanya.

Menurutnya, hal ini akan sangat berguna untuk program selanjutnya yang akan dilakukan pasca pandemi nantinya. (red)

Link Banner
Link Banner