Strategi SALAM Memutar Ekonomi dari Pasar 

KORANNTB.com – Gagasan Selly-Manan (SALAM) untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional yang sempat muncul dalam Debat Publik Kedua Pilkada Kota Mataram, menjadi perhatian masyarakat.

Mempercantik pasar dengan mendorongnya menjadi pasar wisata, bukan saja akan menciptakan kenyamanan dan kebersihan, tetapi juga mengikis disparitas yang terjadi saat ini antara pasar tradisional dan gerai modern.

“Revitalisasi pasar tradisional yang disampaikan bu Selly dalam debat kedua, saya rasa paling realistis. Dan ini memang masalah pasar ini harus segera dibenahi,” kata wirausahawan yang juga pemerhati lingkungan, Syawaluddin.

Link Banner

Menurut Syawal, pasar bisa menjadi cermin utama perkotaan. Sebab jika pasar tradisional di sebuah kota sudah terkesan bersih dan rapih, tentu Kota tersebut juga pasti bersih dan rapi.

Sebab, papar Syawal, sebagian besar produksi sampah perkotaan ini bersumber dari aktivitas pasar.

“Jadi memang kalau mau Kota-nya bersih, ya bereskan dulu pengelolaan pasar, penataannya hingga penanganan sampahnya,” katanya.

Pedagang kelontong di Pasar Kebon Roek, Nur Rahmi, juga menyambut baik gagasan SALAM untuk merevitalisasi pasar.

Ia menilai jika pasar ditata kembali lebih rapi maka minat dan animo masyarakat berbelanja ke pasar tradisional juga akan meningkat.

Menurutnya, saat ini kebanyakan yang berbelanja di pasar adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sementara yang lebih mampu akan memilih ke pasar mini modern atau gerai modern.

“Nah di saat pandemi seperti sekarang dimana daya beli masyarakat juga sepi, maka kita sebagai pedagang pun banyak kehilangan omzet,” katanya.

Rahmi berharap dengan revitalisasi pasar maka stigma bahwa pasar tradisional itu kotor dan kumuh bisa berubah. Sehingga animo untuk berbelanja ke pasar juga bisa terus bertumbuh.

*Revitalisasi Pasar dan Potensi Wisata*

Gagasan revitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram disampaikan Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dalam debat publik kedua Pilkada Kota Mataram, akhir pekan lalu.

Selly menyampaikan hal ini sebagai solusi pengelolaan terintergrasi beberapa sektor penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti, Parkir, Pasar, dan Persampahan.

Pengelolaan terintgrasi bukan saja memaksimalkan realisasi PAD semata, tepai juga memberi nilai tambah seperti aspek kebersihan, dan perputaran ekonomi masyarakat yang didukung sektor pariwisata nantinya.

“Revitalisasi pasar tradisional ini penting. Ke depan pasar kita harus bersih dan nyaman, dengan konsep pasar wisata,” kata Selly Andayani, Kamis  (19/11) di Mataram.

Ia memaparkan, kondisi saat ini di sejumlah daerah perkotaan pasar tradisional hampir ditinggalkan oleh masyarakatnya bila tidak benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik.

Munculnya pasar-pasar modern atau swalayan memang cukup mengancam keberlangsungan hidup pasar tradisional.

Di kota-kota besar khususnya, nilai sosial budaya pasar hampir punah karena orang cenderung memilih belanja di swalayan yang bersih dan tanpa menawar harga.

Bagi SALAM dibutuhkan upaya yang kuat dari pemerintah dan masyarakat dalam upaya menghidupkan kembali semangat pasar tradisional di Kota Mataram.

Itulah yang akan dilakukan SALAM di Kota Mataram nantinya. Bukan hanya menggerakkan kembali semangat belanja di pasar. Lebih dari itu, hal ini diharapkan mampu mengintegrasikan pasar dan pariwisata sehingga wisatawan pun datang dan berbelanja ke pasar.

Ke depan, pengelolaan parkir, pasar, dan persampahan industri akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan dibentuk. Hal ini agar pengelolaannya lebih profesional.

Beberapa Kota besar sudah melakukan ini dan berhasil, misalnya di Kota Bandung, Jabar dan juga Denpasar, Bali.

“Konsepnya pasar tradisional harus bersih dan rapi, sehingga orang nyaman datang. Pengelolaannya kita serahkan ke BUMD yang khusus mengelola Pasar, Parkir, dan Persampahan,” ujar Selly

Ke depan pasar tradisional di Kota Mataram jugamenyediakan space atau lapak khusus untuk industri kuliner dan juga kerajinan. Sehingga pasar bisa menjadi tempat yang menyeyangkan dan bisa menjadi alternatif berekreasi warga Mataram dan juga wisatawan yang datang.

Space kreatif ini juga bisa menjadi wadah bagi tumbuhnya wirausaha baru di Kota Mataram.

“Bukan hal yang sulit atau tidak mungkin untuk membenahi pasar kita. Ini hanya masalah goodwill pemerintah saja, SALAM optimistis bisa melakukan yang terbaik untuk perekonomian masyarakat kita,” pungkasnya. (red)

Link Banner