DPMPTSP Terus Tingkatkan Nilai Investasi di NTB

KORANNTB.com – Guna mensukseskan program unggulan NTB Ramah Investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB pun melakukan berbagai upaya.

Mulai tanggal 18 hingga 20 November, pihak DPMPTSP NTB menggelar pertemuan di ruang rapat kantor tersebut bersama para investor di NTB secara bergiliran.

Terkait hal itu, Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum MT kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Dikatakan, pertemuan yang dilakukan untuk menemukan langkah aksi bersama agar dapat meningkatkan realisasi nilai investasi di NTB pada periode yang akan datang.

Link Banner

Sehingga misi NTB Mandiri dan Sejahtera dapat terwujudkan yakni tercapainya pula visi NTB Gemilang. Karena, NTB Ramah Investasi adalah program unggulan yang digalakkan oleh DPMPTSP selaras dengan pencapaian nilai investasi yang diharapkan.

Disebutkannya, ada sejumlah perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut. Yakni PT. Indonesia Tourism Development Company (ITDC), PT. Eco Solution Lombok (ESL), PT. Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB).

Kemudian PT. Aman Mineral Industri dan PT. Bintang Bulaeng Perkasa. Sementara yang berhalangan hadir PT. Bali Seafood International, PT. Gili Indah Trawangan dan PT. Heritage Resort And Spa.

Dalam pertemuan selama tiga hari itu ungkap pria yang kerap disapa Haji Rum ini, kondisi terkini masing-masing perusahaan dibahas. Termasuk langkah aksi yang harus dilakukan untuk memecahkan persoalan yang ada.

Dicontohkannya seperti PT. Indonesia Tourism Development Company (ITDC) yang membutuhkan anggaran Rp. 900 miliar untuk pembangunan sirkuit MotoGP dan pada bulan Juni 2021 akan dilakukan uji coba.

Permasalahan lahan ada 11 titik, dimana saat ini ada 2 titik sudah bisa diproses clean an clear lahan dan  titik 4 sudah diselesaikan bulan Maret dan diharapkan November 2020 semua titik rampung terselesaikan. Ada 120 KK sebelumnya berada di areal sirkuit dan yang masih tersisa sekitar 70 KK masih belum mau direlokasi.

“Langkah aksi yang harus dilakukan yaitu perlunya kajian menyeluruh terkait Penonton MotoGP, Karakteristik penonton, karena daerah ingin manfaat sebesarnya dari Investasi ini. Pemasaran harus dibuat sebaik mungkin. ITDC bisa melaporkan LKPM secara rutin diupdate online karena peran ITDCjuga sebagai investor dan ITDC sebagai koordinator insvestor-investor dalam kawasan, LKPM penting untuk mengukur nilai investasi melalui pelaporan,” kata mantan Kepala Pelaksana BPBD NTB ini.

Tak hanya itu, masih kata mantan Kepala Bakesbangpoldagri NTB itu, kemudian pihaknya secara bersama juga memastikan OPD terkait dapat menyelesaikan persoalan hambatan misalnya PLN, Air Besih danTerminal, Penyiapan Tenaga Kerja  karena kebutuhan TK sebanyak 21.000 sehingga peluang ini bisa dimanfaatkan oleh Dinas Tenaga Kerja, BLK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Termasuk UMKM dalam kerangka  pemanfaatan bahan local, dan Kebutuhan infrasutruktur lainnya, pemaksimalan peran dan fungsi SWRO,” ujar Mohammad Rum. (red)

Link Banner