Semalam Banjir Parah Terjadi di Kota Bima, Ada Korban Jiwa

KORANNTB.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Bima, NTB, membuat sekitar 15 keluarahan terendam banjir, Selasa, 2 Februari 2021.

Ketinggian air bahkan mencapai satu meter. Sejumlah sungai di wilayah itu meluap setelah diguyur hujan siang hingga malam yang mengakibatkan beberapa kelurahan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Polres Bima Kota berserta dengan BPBD Kota Bima telah mengerahkan petugas untuk melakukan evakuasi warga dan pendataan. Sejumlah warga yang terperangkap banjir pun terpaksa dievakuasi ke rumah tetangga. Sedangkan sebagian warga lain masih bertahan di rumah masing-masing.

“Saat ini, kami masih membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman,” tutur Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol Nusra Nugrahan.

Menurut Kabagops, banjir kali ini juga terbilang parah. Banjir akibat derasnya hujan di daerah dataran tinggi tepatnya di bagian timur Kabupaten Bima. Selain merendam rumah warga, beberapa titik ruas jalan di wilayah setempat juga ikut tergenang banjir. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total.

Hingga kini, Polres Bima Kota dan BPBD belum mengetahui pasti total rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir kali ini.

“Belum tahu berapa jumlahnya, saat ini sedang didata. Nanti kami akan menghitung secara keseluruhan,” ujarnya.

Namun, dari laporan dan pemantauan sementara yang dia terima, diperkirakan ada Lima Belas kelurahan yang terdampak banjir bandang tersebut.

Sejumlah titik yang terdampak banjir bandang itu meliputi Kelurahan Melayu, Sarae, Nae, Lewirato, Penaraga, Penatoi, Matakando, Rite, Santi, Sadia, Mande, dan Kelurahan Pane.

Banjir yang menerjang Lima Belas Kelurahan itu berangsur surut. “Alhamdulillah, di beberapa permukiman sudah mulai surut. Namun, kami akan terus memantau perkembangan di sejumlah titik,” katanya.

BACA:  SJP Salurkan Bantuan Makanan untuk Korban Banjir Praya Timur

Sementara itu, dari laporan yang diterima, dalam banjir kali ini terdapat korban jiwa seorang anak berumur 3 tahun yang terpleset dan jatuh ke saluran drainase akibat banjir tersebut. (red)