IRT Cantik Berhasil Kabur, Rekannya Sesama Bandar Narkoba Diringkus

KORANNTB.com — Sat Renarkoba Polresta Mataram kembali menangkap dan mengamankan bandar narkotika jenis sabu asal Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram.

Pelaku yang diamankan berinisial ZS (42 tahun), pria asal Karang Bagu. Pelaku ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 1,44 gram dan uang tunai Rp 150 ribu.

“Ini pelaku lagi-lagi dari Karang Bagu. Dia ini bisa dibilang pengedar narkotika jenis sabu di sana,’’ ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP I Made Yogi Purusa Utama, dalam keterangan pers dikutip KORAN NTB, Senin, 1 Maret 2021.

BACA:  1 Wanita dan 3 Pria di Kota Bima Ditangkap saat Pesta S***

Pelaku ada keterkaitan dengan ibu rumah tangga (IRT) yang menjadi buronan polisi kemarin. Petugas sebelumnya berencana menangkap RA, namun ibu dua anak itu dikenal lincah dan berhasil kabur. Namun rekan RA berhasil ditangkap polisi.

“Dia ini rekannya RA yang kabur dan sudah kita tetapkan jadi DPO. ZS langsung kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Yogi menjelaskan, ZS juga masuk daftar TO (target operasi) petugas. Keterlibatannya dipantau petugas.

“Kita ingin pastikan ada barang bukti sabu baru kita amankan,’’ katanya.

Pelaku cukup pandai menyamarkan bisnis haramnya. Kesehariannya, ZS berprofesi sebagai penjual kopi dan bakso bakar. Tapi jualannya itu diduga sebagai kedok saja. Karena ZS juga terlibat bisnis haram peredaran sabu di Kota Mataram.

“Dia pura-pura saja jual bakso bakar itu. Padahal dia jual sabu juga,” katanya.

Alasan menjadi penyebab ZS menjual sabu, karena tergiur dengan untung besar. Profesi itu dijalani beberapa tahun terakhir.

BACA:  Grebek Pesta Sabu di Sumbawa, Polisi Amankan 4 Pria

“Tapi pada dasarnya dia ini pemakai juga. Terus katanya untuk menambah pemasukan. Sambil jualan bakso bakar jualan sabu juga,’” kata Yogi.

Karena sudah menjual cukup lama. ZS tidak aktif menjajakan narkoba. Pelanggan dan pembeli langsung datang menanyakan barang dan dibeli.

“Pembelinya itu dari sekitar Kota Mataram. Kita terus kembangkan jaringannya,’” katanya.

Dengan perbuatannya itu, ZS terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Ri Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara. (red)