Link Banner

Sejumlah Destinasi Wisata Terus Dibenahi Dinas Pariwisata NTB

KORANNTB.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus melakukan penataan destinasi wisata di Lombok. Selain peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan, sarana pendukung di sejumlah destinasi pun terus dibenahi dan dipercantik.

“Pemprov NTB sangat serius menangani tata kelola destinasi, termasuk di Pantai Pink ini. Didukung Kemenparekraf yang juga luar biasa, beberapa destinasi kita benahi sarana penunjangnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB,Lalu Moh Faozal, Sabtu, 13 Maret 2021.

“Pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan juga kita lakukan dengan menggandeng Poltekpar Lombok,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah destinasi yang menjadi prioritas dan programnya sudah berjalan antara lain revitalisasi Toilet di Desa Wisata Sade, Lombok Tengah. Kini, desa wisata yang mengandalkan adat budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak itu, sudah dilengkapi sarana toilet berstandar hotel berbintang.

“Selain di Sade (revitalisasi) juga akan dilaksanakan di Pantai Mawun, Pantai Selong Belanak, Desa Wisata Sukarara dan Desa Wisata Bilebante. Untuk toilet di Sade disiapkan dengan standar bintang 3,” katanya.

Untuk Lombok Barat, Dispar Provinsi NTB dengan dukungan Kemenparekraf juga sudah menuntaskan revitalisasi toilet di Pantai Cemara, Kecamatan Lembar.

Menurutnya, upaya melengkapi sarana pendukung di destinasi wisata ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi.

Beberapa destinasi lainnya juga terus dipercantik. Gili Air, Lombok Utara, misalnya, Dinas Pariwisata NTB sudah membangun rest area yang menarik.

Sementara di Sekotong, Lombok Barat, dermaga Pantai Tawun sudah ditata dan dijadikan sebagai dermaga pariwisata. Dari dermaga ini, wisatawan bisa berkunjung ke deretan Gili eksotis di perairan Sekotong, seperti Gili Tangkong, Gili Sudak, Gili Kedis dan lainnya.

BACA:  Dispar NTB Recovery Pariwisata di Tengah Pandemi

Peningkatan Kapasitas SDM dan CHSE

Menurut Faozal, selain penataan fisik destinasi wisata, Kemenparekraf juga mendukung Dinas Pariwisata NTB dalam peningkatan kapasitas pelaku wisata di destinasi. Terutama destinasi-destinasi baru berkonsep Desa Wisata, yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kita sudah lakukan pelatihan pengelolaan atau manajemen perhotelan untuk 30 perwakilan pengelola homestay Desa Wisata. Pelatihan dilaksanakan di Pantai Gerupuk. Pelatihan seperti ini juga akan kita laksanakan di Desa wisata lainnya, terutama di Desa penyangga kawasan The Mandalika,” katanya.

Selain itu, papar dia, Dinas Pariwisata NTB juga terus mendorong sertifikasi CHSE dan sertifikat I Do Care dari pusat bagi destinasi-destinasi unggulan di NTB ini.

Ia menekankan, semua ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan Lombok dan NTB pada umumnya, agar kembali siap menyambut kunjungan wisatawan, setelah terdampak pandemi setahun terakhir.

“Kita sadari pandemi ini memang membuat kesulitan tersendiri di sektor pariwisata. Tetapi yang paling penting kita terus bersinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Optimisme harus tetap dibangun,” katanya. (red)

Link Banner
Link Banner
Link Banner