Festival Geopark Tambora Disebut Mengecewakan

KORANNTB.com – Festival Geopark Tambora yang diselenggarakan oleh jajaran Geopark Tambora di Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu pada tanggal 4-7 April 2021 dinilai tidak jelas dan tidak punya arah bahkan menyisakan sampah di lokasi lokasi acara.

Kritikan tersebut datang dari Direktur Tambora Inisiative Aman Jaharuddin.

“Festival Geopark Tambora kemarin tidak jelas dan tidak terdengar gemanya hanya menyisakan sampah,” ungkap Direktur Tambora Inisiative Aman Jaharuddin kepada media ini, Rabu, 14 April 2021.

General Manager Geopark Tambora tambahnya, tidak punya ide dan pikiran yang jelas dalam membuat kegiatan di Tambora. Pengelolaan Tambora katanya harus dijiwai oleh orang-orang yang paham terhadap Tambora.

“Kalau mau melakukan kegiatan di Tambora harus menjiwai soal Tambora, supaya mereka punya kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar gunung Tambora,” ujarnya.

Dia mengisahkan, saat dirinya mengurus kegiatan Festival Tambora Menyapa Dunia tahun 2015 lalu, semua pihak dikomunikasikan. Termasuk kerjasama dengan Kompas media dalam megendors festival tersebut selama kegiatan hingga satu bulan penuh.

“Lah festival yang ini tidak bergaung dan menggema sama sekali. Saya melihat hanya seremonial dan numpang foto saja. Bahkan masyarakat sekitar tidak tahu kalau itu kegiatan Festival Geopark Tambora. Mereka tahunya karena ada Gubernur yang datang,” ungkap pemerhati Tambora ini

Hal yang sama juga diungkap oleh anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Akhdiansyah. Politisi PKB ini menilai sangat prihatin dengan kegiatan tersebut dan terkesan main-main.

“Iya saya kira memprihatinkan juga Festival Geopark Tambora. Kok kesannya main-main dan asal jadi saja. Kalau gak serius dan gak ada faedah mendingan duitnya kasi sumbang untuk beli masker dan vaksin masyarakat Dompu,” ujar pria disapa Guru To’i ini kecewa.

Dari kegiatan tersebut, pihaknya banyak mendengar keluhan masyarakat.

“Jangankan menyelesaikan masalah festival, ini kok bawa masalah seperti sampah dan lain-lain tidak diurus setelah event diselenggarakan,” ujarnya. (red)