Panik Isu Tsunami, Dua Warga Lembata Meninggal

KORANNTB.com – Warga Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, digegerkan dengan isu air laut naik, Jumat hingga Sabtu dini hari, 17 April 2021.

Warga mendengar dentuman dari Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape yang erupsi. Beberapa saat, warga di sekitar pesisir berlarian mengatakan air laut naik.

Kepanikan pun terjadi. Warga berhamburan menyelamatkan diri, membuat suasana lalu lintas tak beraturan.

Akibatnya, seorang nenek berusia 80 tahun bernama Lisa Deran Making meninggal ditabrak orang tak dikenal.

Korban ditabrak saat menyelamatkan diri dari isu tsunami yang belakangan ternyata tidak benar.

Korban lain Kristina Lelu (61), ditemukan meninggal saat hendak menyelamatkan diri di dataran tinggi. Dia dikabarkan mengalami trauma dan jatuh pingsan.

Pemda setempat beberapa saat setelah merebaknya isu tsunami, melakukan koling imbauan agar warga tidak panik karena tidak ada tsunami.

“Mohan bantuan untuk meneruskan informasi ini kepada warga masyarakat di sekitar kita, bahwa tidak terjadi tsunami dan gelombang pasang di Teluk Lewoleba berdasarkan pengamatan teman-teman yang berada di bibir pantai,” bunyi pengumuman pemerintah setempat yang beredar luas di masyarakat.

“Sehingga kita meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu banjir atau tsunami,” ujarnya. (red)

Foto: Warga Lewoleba saat menyelamatkan diri dari isu tsunami/ istimewa

BACA:  Pemda Setempat Minta Warga Lembata Kembali ke Rumah