Link Banner

Tawuran Petasan di Lombok Barat, 5 Desa Sepakat Damai

KORANNTB.com – Tawuran menggunakan petasan terjadi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Video tawuran petasan tersebut viral.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Hari Brata, mengatakan perang petasan terjadi di perbatasan Desa Sembung, Kecamatan Narmada dan Desa Merembu Kecamatan Labuapi Lombok Barat

“Video tersebut semakin menjadi pusat perbincangan setelah dibagikan secara berantai melalui aplikasi Whatsapp,” katanya, Kamis, 22 April 2021.

Namun ia mengatakan, lima desa di sekitar sepakat berdamai dan tidak lagi terlibat dalam perang petasan.

“Lima kepala desa sudah bertemu dan sepakat berdamai,” ujarnya.

“Kami sepakat tidak ada lagi yang katanya perang petasan di sana,” ujar Kades Badrain, Romi Purwandi saat memberikan klarifikasi di Polresta Mataram.

Romi memberikan klarifikasi, kejadian tersebut terjadi setelah salat subuh. Ia menampik berita, bahwa kejadian bukan perang petasan. Tapi gaya para remaja saat ini seperti berkelahi.

“Bunyi-bunyian petasan di luar pantauan kita semua aparat desa. Tetapi ini bentuk ekspresi mereka di jalur yang jauh dari pemukiman,” katanya.

Lokasi perang petasan ini diperbatasan Desa Merembu dan Sembung. Namun tidak bisa dipastikan warga desa lainnya hadir di perang petasan tersebut.

“Ini karena ada warga desa tetangga kami yang datang. Bisa dari Dasan Tereng, Kerama Jaya atau di luar desa tempat kejadian itu,” ujarnya.

Kepala Desa Sembung, Ali Syahid juga sepakat mencegah terulang kembali peristiwa tersebut.

“Sudah ada kesepakatan dan semua mengerahkan kekuatan di lima Desa itu untuk sama-sama memback-up jangan sampai terjadi lagi kerumunan maupun ada anak-anak kita yang main petasan,” katanya.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, mengatakan pihaknya dan seluruh Polsek jajaran mengatensi penuh kegiatan yang mengganggu kenyamanan warga masyarakat yang beribadah pada bulan Ramadhan.

BACA:  Pelaku Balap Liar dan Perang Petasan di Mataram Ditangkap Polisi

“Khusus di perbatasan Desa Sembung dan Merembu itu kan kejadiannya hari Minggu. Sejak saat itu anggota sudah turun dan tidak terdengar lagi suara petasan di sana,” katanya. (red)

Link Banner
Link Banner
Link Banner