Wanita Residivis Pencurian di Sumbawa Kembali Beraksi

KORANNTB.com – Setelah sebelumnya pernah menjalani hidup dibalik jeruji besi, hal tersebut tidak membuat jera seorang wanita paruh baya berinisial MM alias Yuni (43).

Wanita yang berasal dari Desa Batu Bulan Kecamatan Moyo Hulu tersebut kembali ditangkap oleh Kepolisiain Resor Sumbawa karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di salah satu rumah di Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa.

Kasubag Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi, membenarkan penangkapan pelaku curat tersebut.

Dia menerangkan peristiwa pencurian tersebut terjadi pada hari Jumat, 23 April 2021 berawal saat korban Anisah yang sedang berada di rumah anaknya di Taliwang KSB ditelepon oleh tetangganya yang memberitahukan bahwa rumah korban sudah dalam keadaan terbuka.

Setelah mendapatkan informasi tersebut korban kembali ke rumahnya (TKP) dan menemukan bahwa pintu belakang rumah korban sudah dalam keadaan terbuka akibat dicongkel oleh benda keras dan barang-barang berharga milik korban sudah hilang.

Atas kejadian tersebut Korban mengalami kerugian sekitar Rp 90.385.000, dan melaporkannya ke Polres Sumbawa untuk ditindaklanjuti.

Lebih lanjut Kasubag Humas, bahwa setelah dilakukan penyelidikan mendalam, keberadaan pelaku akhirnya dapat diketahui dan berhasil di ringkus di kos-kosan miliknya di wilayah PPN Bukit Permai, Jumat, 30 April 2021 pukul 23.45 Wita.

Dari aksinya tersebut, pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga diantaranya barang-barang pecah belah berupa piring, gelas, peralatan dapur, satu buah sepatu warna pink beserta kotak, dua buah batu liontin warna biru, satu set baju warna merah beserta jilbab, dan lainnya.

“Selain barang bukti yang telah diamankan, saat ini pihak Kepolisian masih menyelidiki beberapa barang yang masih belum ditemukan di antaranya sarung ada Mbojo sebanyak 11 buah dengan total nilai 22 juta rupiah, TV, bed cover, karpet, serta sepatu,” ujarnya.

BACA:  DPO Spesialis Curas di Kopang Lombok Tengah Diringkus Polisi

Atas perbuatannya, kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kembali merasakan dinginnya jeruji besi. (red)