Link Banner

Cuaca Malam Hari di NTB Lebih Dingin, Simak Kata BMKG

KORANNTB.com – Masuk musim  kemarau ini, cuaca di beberapa wilayah NTB begitu terasa dingin di malam hari. Suhu dingin tersebut tidak seperti biasanya dan sangat terasa oleh tubuh.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Aprilia Mustika Dewi, S.Tr, menjelaskan penyebab suhu di beberapa wilayah NTB terasa dingin di malam hari.

“Saat ini wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau yang menyebabkan suhu terasa dingin dari biasaya, di mana dipengaruhi oleh monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju Asia melewati Indonesia khususnya NTB yang sangat dipengaruhi oleh angin monsunal,” katanya, Sabtu, 19 Juni 2021.

Angin yang membawa massa udara lebih dingin dan kering tersebut, membuat masyarakat akan merasa dingin di malam hari.

Angin yang sering disebut angin timuran ini membawa udara dingin karena saat ini di Australia yang memiliki empat musim kini masuk musim dingin.

Dewi menjelaskan, gelombang pendek akan terserap sempurna oleh permukaan bumi pada siang hari. Kemudian di malam hari pada musim kemarau yang cukup sedikit awan menutupi bumi membuat gelombang panjang akan terpancar ke angkasa karena tidak adanya awan yang dapat memantulkan kembali ke bumi.

“Ketika saat siang hari terlihat cerah maka gelombang pendek akan terserap sempurna oleh permukaan bumi. Kemudian saat malam hari yang cerah dan tidak terdapat tutupan awan gelombang panjang akan terpancarkan seluruhnya ke angkasa tanpa adanya pantulan kembali oleh awan. Hal tersebut yang menyebabkan pada saat malam hari suhu terasa lebih dingin,” jelasnya.

Awan ibarat selimut. Di musim hujan yang memiliki banyak awan membuat panas bumi terpantul kembali oleh awan, sehingga suhu pada malam hari di musim hujan akan hangat.

BACA:  Waspada Gelombang Tinggi di Selat Lombok dan Bali

Sebaliknya, jika musim kemarau yang memiliki lebih sedikit pertumbuhan awan, akan membuat panas bumi akan terserap ke angkasa tanpa memantulkan kembali ke bumi. Sehingga, udara cukup dingin di malam hari. (red)

Foto: ilustrasi Shutterstock

Link Banner
Link Banner
Link Banner