Pemburu Konten dengan Drone di Sirkuit Mandalika Bakal Dipidana

KORANNTB.com – Meskipun telah diberi imbauan dan penindakan, namun masih banyak drone liar yang terbang dengan leluasa di sekitar Sirkuit Mandalika.

Kondisi tersebut membuat keamanan MotoGP nantinya akan terganggu dengan ulah diduga oknum-oknum yang memburu konten menggunakan drone.

Untuk mengantisipasi itu, saat race atau balapan Maret nanti, personel pemburu drone liar akan ditambah.

“Saat race MotoGP Maret nanti, kita akan tambah personel khsus untuk mengantisipasi adanya Drone liar di area sirkuit, agar balapan berjalan lancar dan aman,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa, 15 Februari 2022.

Jika ada yang membandel akan ditindak, sesuai undang-undang yang berlaku, demi kelancaran event MotoGP di Pertamina Mandalika Internasional Sirkuit.

“Kita akan terus pantau drone yang terbang di kawasan Sirkuit Mandalika untuk memberikan rasa aman bagi pembalap dan penyelenggara,” ujarnya.

Penerbangan Drone kata Artanto, sudah diatur dalam undang-undang nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, peraturan menteri perhubungan nomor 37 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2018.

Isi UU tersebut antara lain tambah Artanto, drone tidak boleh terbang di wilayah terlarang, kawasan terbatas dan di kawasan bandar udara.

“Untuk penggunaan drone itu sendiri, perlu izin untuk pemakaian selain hobi dan rekreasi, dalam artian Pengguna Drone harus melampirkan sertifikasi dan surat izin jika digunakan di luar kepentingan hobi dan rekreasi. Terutama jika menggunakan Drone dengan berat lebih dari 25 kg,” ujarnya.

Pelanggaran atas aturan ini dapat dikenai denda Rp100 juta hingga Rp 5 miliar dan kurungan 1 hingga 5 tahun.

“Ketentuan pidana bagi pengguna Drone yang melanggar aturan, terdapat pada UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 410 s/d Pasal 443,” katanya.

BACA:  Soal Sirkuit Mandalika, Jokowi: Mimpi yang Menjadi Kenyataan

“Saat ini kita masih berbaik hati dengan memberi teguran dan menjammer Drone yang terbang, namun jika terus membandel kita terpaksa melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Banyaknya drone yang dijammer saat pramusim MotoGP, mencapai  30 unit. Pihaknya akan menambah personel untuk mengantisipasi Drone liar, guna memastikan race MotoGP Maret mendatang.

“Kita akan tempatkan anggota di setiap bukit yang ada di dekat Sirkuit untuk memantau segala hal yang dapat mengganggu jalannya balap, termasuk memantau drone liar,” ujarnya. (red)