Jadi Sorotan Dunia, Deddy Corbuzier Komentari Pawang Hujan Mandalika

KORANNTB.com – Pawang hujan Sirkuit Mandalika, Raden Rara I. Wulandari, mendadak menjadi sorotan dunia. Seluruh stasiun televisi yang menyiarkan MotoGP, menangkap momen saat Rara menggelar ritual.

Rara pergi ke lintasan sirkuit di tengah derasnya hujan. Dia kemudian melakukan ritual untuk menghentikan hujan.

Aksi pawang hujan itu ditanggapi Deddy Corbuzier. Dalam status media sosial, Deddy menyinggung aksi pawang hujan.

“Nanti kalau Indonesia menang… Bule bule nya pada gosip…. Cieeee main dukun….Gue kadang mikir…¬† Pawang hujan sampe detik ini aja kita masih pake? Dan kenapa ga ada pawang gempa ya…,” kata Deddy.

“Kan lucu pawang gempa kalau gagal dia di tengah tengah gempa…
Pawang hujan kan…¬† 50/50 ya… Dan di bayar…. Hujan gak hujan,” ujarnya.

Sindiran Deddy Corbuzier tersebut disambut banyak komentar netizen. Banyak netizen yang justru mengkritik Deddy.

Menurut netizen, hal itu tidak perlu dipermasalahkan, karena bentuk adat kebudayaan masyarakat Indonesia.

“Pawang hujan termasuk salah satu adat kebudayaan tiap daerah pasti ada…. itulah keaneka ragaman indonedia yg membedakkan dengan negara lain… Kita hanya perlu menghormati dan toleransi yg tinggi supaya persatuan di indonesia tetap terjaga…,” kata netizen.

“Pawang hujan itu cuma istilah, pada dasarnya memohon agar acara tidak diturun hujan, dan ini adat budaya, masalah hujan apa tidak kembali kepada yg mengatur hujan, ini budaya sesuai keyakinan yg di anut Yg namanya memohon bisa terkabul atau bisa saja di tunda pengabulannya,” sahut netizen lainnya.

“Bank Ded,tolong jangan dipermasalah kan,ini sdah tradisi lokal negri kami semua,klo masalah toh itu hujan /atau tidak nya itu urusan Tuhan aja lagi,jadi contoh nya utang sakit,doker hanya bisa memeriksa dan mengobati toh itu sembuh ataw tidak nya itu urusan Tuhan,hormati tradisi¬† lokal kami,salam damai,” tulis netizen lain. (red)

BACA:  Viral Kerbau Masuk Sirkuit Mandalika, Netizen Heboh!

Foto: Pawang hujan Sirkuit Mandalika, Raden Rara I. Wulandari (istimewa)