Minta Ringgit, Modus Pemalakan PMI di Bandara Lombok

KORANNTB.com – Aksi pemalakan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke kampung halamannya terjadi di Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Oknum yang menawarkan jasa transportasi kerapkali memaksa PMI untuk memberikan mereka uang dengan dalih minta Ringgit (uang Malaysia).

Seorang PMI asal Lombok Timur yang tidak menyebutkan namanya dicegat saat tiba di Bandara Lombok. Mulanya oknum pemuda menawarkan jasa transportasi. Namun karena PMI tersebut mengatakan telah ada yang menjemput, dia kemudian meminta uang pada PMI tersebut.

Link Banner
BACA:  Tuai Polemik, Larangan Penjemputan di Bandara Lombok Dicabut

Endeng (minta) Ringgit, endeng Ringgit,” kata oknum pemuda di depan pintu penjemputan bandara berdasarkan pantauan media ini, Minggu malam, 14 Mei 2023.

Mesakipun tidak digubris oleh penumpang, pemuda itu membuntutinya hingga ke area parkir bandara. Bahkan beberapa oknum pemuda lainnya datang juga meminta sejumlah uang.

“Tidak ada, tidak ada,” jawab PMI itu.

Link Banner
BACA:  Banyak PMI Belum Dapat Akses Perlindungan, Migran Care Beri Edukasi

Oknum-oknum tersebut baru berhenti mengikuti PMI tersebut saat PMI itu jauh pergi meninggalkan mereka. Ironisnya berdasarkan pantauan media ini, tangan PMI ditahan bahkan ditarik saat mereka meminta sejumlah uang. Saat kejadian tersebut penerbangan malam dan tidak ada petugas keamanan yang berjaga.

Saat ditanya kejadian tersebut, pria paruh baya yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia itu mengaku kejadian seperti ini sudah biasa terjadi di Bandara Lombok. Mereka bisa membedakan mana penumpang biasa dan mana PMI atau orang yang baru pulang merantau dari Malaysia.

BACA:  NTB Urutan Empat Nasional Pengirim PMI ke Luar Negeri

“Sudah biasa itu kalau di sini. Kalau diminta cuekin, pergi saja,” katanya. (red)