Tuai Polemik, Larangan Penjemputan di Bandara Lombok Dicabut

KORANNTB.com – Baru-baru ini beredar surat pernyataan dari jasa transportasi di sekitar bandara yang melarang adanya aktivitas penjemputan penumpang di Bandara Lombok.

Surat tersebut memuat tujuh kesepakatan yang berisi:

1. Angkutan sewa khusus (ASK) yang menggunakan aplikasi online agar hanya melakukan droup only ke bandara Bizam

Link Banner

2. Pengusaha hotel/homestay/villa untuk tidak menjemput tamunya dan memberikan kesempatan kepada pungusaha lokal setempat untuk melayani tamunya sampai tujuan

3. Untuk PO-PO angkutan pariwisata travel agent tidak diperkenankan melakukan transaksi penyewaan kendaraan dengan cara lepas kunci di area bandara

BACA:  Bandara Lombok Mulai Terapkan Sistem Pembayaran Parkir Nontunai

4. Menolak mobil-mobil dinas melakukan penjemputan tamu pada saat event dan memberikan kesempatan kepada pengusaha transportasi setempat

Link Banner

5. PO-PO angkutan travel agent agar menggunakan plat lokal Lombok dan Sumbawa untuk menjemput tamunya serta bersedia menunjukan izin-izin yang berlaku dari pemerintah terkait

6. Penjemputan oleh travel agent agar menggunakan kendaraan yang mempunyai izin angkutan dan bersedia berkoordinasi dengan Pengusaha Angkutan Sewa Umum (ASUM) setempat

7. Pengaturan jam kerja DAMRI disesuaikan dengan jam kerja pemerintah .

Buntuk dari kesepakatan sepihak tersebut menuai polemik dan protes dari pihak-pihak lainnya.

BACA:  Dugaan Pemalakan di Bandara Lombok, Kasta Loteng Minta Angkasa Pura I Berbenah

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB menjembatani itu dengan menghadirkan pihak-pihak terkait termasuk Angkasa Pura I untuk menyelesaikan persoalan tersebut siang tadi, Kamis, 27 Juli 2023.

Dari pertemuan tersebut disepakati untuk mencabut surat pemberitahuan yang dibuat oleh pengusaha transportasi lingkungan bandara.

“Sudah selesai. Surat tuntutan per hari ini telah dicabut,” kata Kadishub NTB, Lalu Moh. Faozal.

Faozan juga mengatakan terdapat beberapa kesepakatan dalam rapat tersebut. Pertama, dilakukan pembenahan di Bandara Lombok terkait penjemputan penumpang. Kemudian ada penempatan petugas BKO TNI – Polri yang dioptimalkan.

BACA:  Tingkatkan Standar Keamanan Bandara, Apex In Security Review Digelar di Bandara Lombok

“Ada BKO TNI – Polri disesuaikan dengan kebutuhan dan bekerja secara maksimal di lapangan serta security bandara berada di pos masing-masing dan bekerja mengatur flow kedatangan dan keberangkatan,” ujarnya.

Kemudian dilakukan penambahan fasilitas informasi bandara, memasang stiker kendaraan mitra Angkasa Pura dan Grab, proses perizinan operator mitra difasilitasi Dishub  dan gratis untuk sementara.

Selanjutnya, penyelenggara event yang menjemput tamu di bandara diharuskan mendapat rekomendasi Dishub NTB dan proses perizinan lainnya. (red)