KORANNTB.com – Taman Wisata Loang Baloq terus dibenahi dengan perbaikan dan penambahan sejumlah fasilitas seperti kebun binatang mini, penataan lapak pedagang dan kios cinderamata hingga area terbuka hijau.

Namun persoalan tentang sampah belum kunjung tuntas baik saat Taman Loang Baloq dengan wajah lama atau wajah baru saat ini.

Alih-alih mengurangi tumpukan sampah, justru pantai tersebut terlihat kotor dan kumuh dengan banyaknya sampah yang berserakan di pinggir pantai, jalan setapak hingga area kolam di tengah-tengah taman.

Link Banner

Terlihat lokasi tempat sampah di pinggir pantai tidak mampu menampung sampah yang didominasi adalah sampah plastik jajanan.

Terlihat sampah yang telah terkumpul berhamburan ditiup angin. Sampah terbang hingga ke area tengah Taman Loang Baloq.

Berbeda dengan tong sampah di pinggir pantai, tong sampah dekat kolam justru masih kosong. Mirisnya justru sampah berserakan di kolam dan jalan.

Tumpukan sampah di pinggir kolam Taman Loang Baloq, Rabu, 16 Agustus 2023

“Padahal fasilitasnya sudah bagus. Hanya sampah ini yang buat terganggu. Itu yang buat pengunjung malas lama-lama di sini,” kata Anita seorang pengunjung Taman Loang Baloq, Rabu, 16 Agustus 2023.

Dia berharap pengelolaan sampah lebih serius lagi dilakukan. Sehingga anggaran yang sudah digunakan untuk penambahan fasilitas tidak terkesan sia-sia karena pengunjung malas datang akibat banyaknya sampah.

“Iya harapannya sih bisa diatasi. Harus ada petugas khusus yang tangani sampah,” ujarnya.

Tiket masuk ke Taman Loang Baloq Rp5.000 untuk roda empat dan Rp3000 untuk roda dua. Retribusi tersebut masuk menjadi PAD Kota Mataram.

Roni seorang pengunjung juga mengeluhkan tumpukan sampah. Dia mengatakan enggan terlalu lama-lama duduk di pinggir pantai karena banyak sampah.

“Kadang sampah terbang sampai ke kita. Jadi malas. Makanya saya pilih duduk di sini aja (Gazebo dekat kolam),” ujarnya.

“Di sini memang agak kotor berdebu dan di bawah juga banyak sampah. Tapi tidak seperti di pinggir pantai, sampah tertiup angin sampai ke muka kita,” keluhnya.

Dia juga mengeluhkan panasnya berada di Loang Baloq saat berkunjung di siang hari.

“Seharusnya memang harus ditanam pohon-pohon biar tidak panasnya seperti ini,” ujarnya.