Sudah Tujuh Hari, Bocah yang Hanyut di Mataram Belum Ditemukan
Adapun peralatan yang digunakan Kantor SAR Mataram antara lain perahu karet bermesin, Rigit Buoyancy Boat (RBB), kendaraan operasional, peralatan selam, komunikasi, aqua eye, dan pendukung lainnya. Melibatkan unsur dari TNI, Polri, BPBD, Camat Ampenan, Lurah Ampenan, pihak keluarga, Destana, warga/nelayan setempat, dan lainnya.
Sebelumnya balita laki-laki usia empat tahun asal lingkungan setempat dilaporkan terpeleset dan jatuh ke sungai kecil (parit) saat mandi hujan pada Sabtu sore, 2 Desember 2023.
Saat itu kondisi parit sedang deras dengan volume air hujan. Tubuh korban hanyut terseret di parit tersebut. Warga yang mencari korban tidak membuahkan hasil. Petugas SAR yang dihubungi melakukan pencarian selama sepekan, namun tidak juga menemukan jasad bocah tersebut.
Ini menjadi perhatian bagi para orang tua agar selalu mengawasi anak mereka saat beraktivitas di luar rumah. Saat ini di NTB tengah mengalami perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan. Cuaca dapat berubah menjadi hujan lebat yang dapat disertai banjir.
Orang tua harus selalu mewaspadai dan mengawasi anak mereka yang bermain, apalagi di sungai. Banjir sewaktu-waktu dapat terjadi.