Lalu Nasib Ajak Dukung Wayan Karioka dan Prabowo-Gibran
“Kepedulin pemerintah enggak ada sama kebudayaan. Seharusnya mereka dikasi subsidi untuk pengembangan (kebudayaan), kalau yang pernah punah untuk pemeliharaan. Seharusnya ada dari APBD untuk kesenian yang hampir punah, dikasih berapa, itu yang belum ada,” kata Lalu Nasib ke Karioka.
Tidak adanya subsidi pemerintah untuk mengembangkan kebudayaan Sasak sangat kontras dengan Lombok atau NTB yang menjadi daerah pariwisata. Kesenian dan pariwisata tidak dapat dipidahkan. Kebudayaan menjadi atraksi pariwisata yang menjadi trigger untuk memantik kehadiran wisatawan di Lombok.
Lalu Nasib menceritakan beberapa kesenian Sasak telah punah dan nyaris punah karena sudah tidak diperhatikan lagi. Sebut saja kesenian Cepung dan Rebana sudah jarang ditemui lagi.
“Kalau kesenian gamelan hanya saat orang hajatan atau begawe itu yang ada, kalau hari hari besar nasional jarang sekali. Cepung sudah punah, Rebana sudah punah. Gemelan pas ada kapal pesiar baru hanya sekali tampil, setelah itu sudah,” katanya.
Sementara Karioka berbagi pengalamannya semasa mengelilingi banyak daerah termasuk luar negeri. Dia mengatakan wisata tidak terlepas dari kesenian yang dimiliki setiap daerah. Untuk itu, kesenian atau kebudayaan patut untuk terus dikembangkan agar saling mendukung pengembangan pariwisata.
“Banyak tempat saya lalui di dalam negeri, di luar negeri, memang harus banyak yang kita peduli di masyarakat. Makanya coba ikut berjuang dan berusaha dulu,” katanya.
Waka sangat optimis jika mendapat kepercayaan menjadi anggota dewan nanti akan terus mengembangkan kebudayaan, kesenian hingga kebudayaan di Lombok atau NTB umumnya.
“Kebudayaan Sasak sangat perlu untuk dilestarikan. Jika tidak diperlihara mulai dari sekarang, bisa jadi akan punah dan tidak ada lagi yang dapat diwariskan untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
