Review The Haunting of Hill House: Drama Horor Keluarga Penuh Luka
KORANNTB.com – The Haunting of Hill House menjadi salah satu serial horor yang paling berkesan dalam katalog Netflix. Dirilis pertama kali pada Oktober 2018, serial ini disutradarai oleh Mike Flanagan, yang dikenal piawai membangun ketegangan emosional dan atmosfer mencekam dalam karya-karyanya. Serial ini menggabungkan elemen horor klasik dengan drama keluarga yang menyayat hati, menjadikannya lebih dari sekadar tayangan menyeramkan.
Sinopsis dan Jalan Cerita
Berlatar di sebuah rumah tua misterius bernama Hill House, cerita berpusat pada keluarga Crain yang pindah ke rumah itu dengan harapan bisa merenovasi dan menjualnya. Namun, mereka justru dihantui oleh peristiwa-peristiwa supranatural yang perlahan menghancurkan fondasi keluarga mereka, baik secara fisik maupun psikologis.
Kisah dalam The Haunting of Hill House diceritakan lewat dua garis waktu: masa kecil para anak Crain saat tinggal di Hill House, dan masa dewasa mereka yang masih dibayang-bayangi oleh trauma masa lalu. Setiap episode menggali sisi emosional dari masing-masing karakter, sekaligus mengungkap misteri di balik rumah yang angker tersebut.
Pemeran dan Karakter Utama
Serial ini menampilkan jajaran aktor yang mampu membawakan karakter dengan sangat kuat, antara lain:
Michiel Huisman sebagai Steven Crain, sang anak sulung yang menulis buku tentang pengalaman mereka di Hill House.
Carla Gugino sebagai Olivia Crain, ibu dari keluarga Crain yang mengalami gangguan psikologis akibat pengaruh rumah.
Victoria Pedretti sebagai Eleanor “Nell” Crain dewasa, salah satu karakter sentral yang menyimpan luka paling dalam.
Oliver Jackson-Cohen, Kate Siegel, dan Elizabeth Reaser turut memperkuat peran sebagai saudara kandung lainnya dengan trauma masing-masing.
Akting mereka membawa kedalaman emosi yang membuat penonton mudah terhubung dengan kisah keluarga ini, meski dibalut elemen horor supranatural.
Genre dan Gaya Penyutradaraan
Serial ini masuk dalam genre horor, thriller psikologis, dan drama keluarga. Gaya visual Mike Flanagan yang cenderung tenang namun penuh simbolisme membuat The Haunting of Hill House berbeda dari horor konvensional. Alih-alih jump scare berlebihan, serial ini mengandalkan suasana mencekam dan narasi emosional untuk menciptakan ketakutan yang lebih membekas.
Kekuatan lain dari serial ini adalah sinematografi yang detail, serta teknik pengambilan gambar yang inovatif. Salah satu episode terbaik, “Two Storms”, bahkan menggunakan teknik long take yang memperkuat ketegangan dan kompleksitas emosi antar karakter.
Jumlah Episode
The Haunting of Hill House terdiri dari 10 episode dengan durasi rata-rata sekitar 50 hingga 60 menit per episode. Serial ini bersifat mini-series, artinya ceritanya selesai dalam satu musim tanpa lanjutan langsung.
Review Singkat
Secara keseluruhan, The Haunting of Hill House adalah serial horor yang cerdas dan menyentuh. Ia tidak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menyuguhkan drama keluarga yang kuat dan menyentuh sisi emosional penonton. Serial ini cocok untuk mereka yang mencari tayangan horor dengan kedalaman cerita dan karakter yang kompleks.
Dengan skenario solid, akting berkualitas, dan penyutradaraan yang penuh visi, serial ini layak mendapat tempat di daftar tontonan Anda, terutama bagi pecinta horor yang menginginkan pengalaman berbeda dari genre ini.