KAMMI Mataram Kutuk Brutalitas Aparat atas Tewasnya Warga Sipil
KORANNTB.com — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram dengan tegas mengutuk tindakan brutal aparat yang mengakibatkan tewasnya warga sipil dalam sebuah peristiwa yang mencoreng wajah kemanusiaan dan demokrasi di negeri ini.
Ketua KAMMI Mataram, Hamzan Watoni menyampaikan bahwa tindakan represif aparat tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merobek hati nurani bangsa. Rakyat seharusnya menjadi subjek yang dilindungi, bukan justru korban kekerasan negara.
“Kami menegaskan bahwa nyawa rakyat tidak boleh dipertaruhkan atas nama keamanan. Tewasnya warga sipil adalah bukti kegagalan negara dalam menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut kabid kebijakan publik KAMMI Mataram Reza Syaripudin menilai bahwa penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat adalah bentuk pelanggaran HAM serius yang tidak bisa ditoleransi. Negara harus bertanggung jawab atas peristiwa tragis ini dengan mengusut tuntas pelaku, mengadili secara transparan, serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
KAMMI Mataram juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda dan mahasiswa, untuk tidak diam dalam menghadapi ketidakadilan. Diam adalah bentuk pembiaran, sementara suara rakyat adalah benteng terakhir menjaga kemanusiaan.
KAMMI Mataram menegaskan tiga tuntutan utama:
1. Mengutuk keras tindakan brutal aparat yang menewaskan warga sipil.
2. Mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan.
3. Menuntut negara hadir sebagai pelindung, bukan penindas rakyatnya.
“Darah rakyat yang tumpah adalah jeritan nurani kita bersama. Negara tidak boleh abai, karena setiap nyawa yang hilang adalah kehilangan bagi seluruh bangsa,” tegasnya.