KORANNTB.com — Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda berencana mendirikan tenda darurat di halaman kantor DPRD NTB setelah dua gedung dewan hangus terbakar saat aksi massa pada Sabtu siang (30/8/2025). Langkah ini dilakukan agar aktivitas sekretariat dan anggota DPRD tetap berjalan.

“Kami akan buat tenda di luar memakai tenda untuk sekretariat ya,” kata Isvie di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu malam.

Untuk pelaksanaan rapat paripurna, Isvie menyebut pihaknya akan meminjam Gedung Sangkareang yang berada di kompleks Kantor Gubernur NTB.

“Kalau paripurna kami pinjam gedung Sangkareang untuk paripurna. Kerja setiap hari kami berharap kami pakai tenda di luar,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga belum dapat memastikan jumlah kerugian akibat kebakaran gedung dewan.

“Kami belum taksir, sejauh ini tidak ada laporan (berapa kerugian) untuk kejadian ini. Kita belum taksir berapa kerugian yang dialami,” katanya.

Meski gedung terbakar, Isvie menegaskan seluruh pekerjaan DPRD harus tetap berlangsung. Ia memastikan tidak ada kebijakan work from home baik bagi sekretariat maupun 65 anggota dewan.

“Tidak WFH. Kira kira di mana kita berkantor yang terbaik dalam masa ini. Bisa bangun tenda di mana pun,” ujarnya.

Isvie juga menjelaskan, sehari sebelum peristiwa pembakaran gedung, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan demonstrasi dari kepolisian pada Jumat malam (29/8/2025) sekitar pukul 23.30 Wita.

“Kami dapat pemberitahuan oleh polisi. Jadi kita sudah siap terima jam 15.00 Wita. Karena kondisi, kami tidak diperkenankan masuk kantor DPRD. Kami berharap tidak ada lagi kejadian ini di tempat lain,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa seluruh tugas dan fungsi DPRD NTB akan tetap berjalan meski dua gedung dewan terbakar.

“Kami bersama sama memastikan DPRD tetap menjalankan fungsinya. Karena sedang banyak hal-hal penting dibahas bersama Pemprov NTB,” tandas Iqbal.