Kolombia dan Venezuela, Dua Negara Pendukung Palestina yang Jadi Target AS
KORANNTB.com – Amerika Serikat telah menyerang dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Penangkapan tersebut karena tudingan AS bahwa Maduro menjadi pemain narkoba global. Bahkan AS menyerang beberapa wilayah di Venezuela yang diduga menjadi lokasi pembuatan kokain.
Menurut sumber resmi dari pemerintahan AS, penangkapan ini dilakukan berdasarkan tuduhan keterlibatan Maduro dan lingkaran dekatnya dalam jaringan narkoba internasional, termasuk kolaborasi dengan kartel narkoba terkenal seperti Cartel de los Soles. Tuduhan ini bukan hal baru; sejak 2020, AS telah mendakwa Maduro atas keterlibatan narkoba dan bahkan menawarkan hadiah mencapai 50 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Tidak hanya Venezuela, Trump juga melayangkan ancaman kepada Kolombia yang disebut memproduksi narkoba. Bahkan, Trump secara langsung mengancam Presiden Kolombia, Gustavo Petro.
“Dia cukup bermusuhan dengan Amerika Serikat. Saya belum banyak memikirkannya. Dia akan menghadapi masalah besar jika dia tidak sadar. Kolombia memproduksi banyak narkoba,” kata Trump.
Baik Kolombia dan Venezuela merupakan negara-negara di Amerika Latin yang mendukung kemerdekaan Palestina. Presiden Venezuela, Nicolás Maduro menyatakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
Maduro juga pernah mendesak Paus Fransiskus untuk secara lantang mendukung Palestina. Di sebuah acara, Maduro juga menggunakan syal bendera Palestina.
Hal yang sama dengan Kolombia. Negara tersebut secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro dalam Sidang Umum PBB di New York pada September 2025 dengan berapi-api menyerukan kemerdekaan untuk Palestina. Dia mengajak negara-negara untuk mengirim pasukan ke Palestina.
“Kita membutuhkan pasukan yang kuat dari negara-negara yang tidak menerima genosida. Itulah sebabnya saya mengajak bangsa-bangsa di dunia serta rakyatnya, lebih dari segalanya, sebagai bagian integral dari umat manusia, untuk menyatukan senjata dan pasukan. Kita harus membebaskan Palestina,” kata Petro.
Dua negara tersebut kini menjadi target serangan militer AS atas alasan narkoba. Meskipun banyak kritik yang datang dari Venezuela bahwa target AS sebenarnya menguasai minyak, gas dan emas Venezuela sehingga mendukung kudeta terhadap Maduro.
