KORANNTB.com – Banjir melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa Barat setelah hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir mengguyur kawasan tersebut.

Di Kabupaten Dompu, banjir terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Bencana ini melanda tiga kecamatan, yakni Kecamatan Hu’u, Kecamatan Kilo, dan Kecamatan Pajo. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang mengguyur wilayah Dompu sejak pukul 16.00 Wita dan menyebabkan genangan di sejumlah titik.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat pada hari yang sama. Banjir melanda Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, sekitar pukul 12.15 Wita. Hujan sedang hingga lebat telah mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 13.00 Wita, mengakibatkan air meluap dan merendam permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi mengatakan dampak banjir di Desa Tongo menyebabkan 15 unit rumah warga di wilayah RT 02 RW 01 Dusun Tongo terendam air setinggi 10 hingga 50 sentimeter di dalam rumah.

“Selain itu, sekitar 10 karung gabah milik warga ikut terendam. Total sebanyak 15 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut,” katanya dalam siaran pers.

Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat bersama pihak Kecamatan Sekongkang, aparat TNI dan Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pemerintah desa setempat melakukan koordinasi, pemantauan lapangan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat bencana. BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. Warga juga diminta segera melapor kepada BPBD, pemerintah kecamatan, desa, maupun aparat setempat jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

BPBD Provinsi NTB menyampaikan bahwa saat ini banjir di Kabupaten Sumbawa Barat telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan secara mandiri pascabanjir. Tidak terdapat kebutuhan mendesak karena tidak ditemukan kerusakan signifikan.

Seiring memasuki musim hujan, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa hari ke depan, serta memperhatikan kebersihan lingkungan dan aliran air di sekitar permukiman.