Gadis Berdarah Lombok di Balik Lagu Resmi M7 MLBB 2026
KORANNTB.com – Dentuman ritme cepat dan vokal penuh energi membuka setiap materi promosi M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang. Lagu berjudul “Sizzle” itu bukan sekadar pengiring visual turnamen, melainkan identitas musikal ajang esports terbesar MLBB tahun ini. Di balik anthem resmi tersebut, berdiri No Na, girl group asal Indonesia yang dipercaya Moonton untuk menyuarakan semangat M7 ke panggung global.
No Na bukan nama asing bagi industri musik internasional. Bernaung di bawah label 88rising, grup ini beranggotakan empat penyanyi perempuan Indonesia: Baila Fauri, Christy Gardena, Shazfa Adesya, dan Esther Geraldine. Kepercayaan untuk membawakan anthem M7 menjadi penegasan posisi mereka sebagai representasi Indonesia di industri hiburan global—kali ini lewat dunia esports.
Namun di antara sorotan global itu, terselip kisah yang lebih personal dan lokal.
Darah Lombok di Anthem Dunia
Salah satu anggota No Na, Christy Gardena, diketahui memiliki latar belakang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Christy lahir di Mataram pada 4 September 2000 dan lulusan SMAN 5 Mataram.
Fakta ini memberi dimensi tersendiri pada “Sizzle”. Di tengah dominasi narasi kota-kota besar dalam industri hiburan, kehadiran figur dengan akar daerah seperti Lombok menjadi simbol bahwa panggung dunia juga bisa diwakili oleh talenta dari luar pusat industri.
Bagi komunitas esports dan penggemar MLBB di Indonesia Timur, fakta ini menjadi kebanggaan tersendiri. Anthem M7 tak lagi sekadar lagu internasional, melainkan karya yang membawa jejak identitas lokal Indonesia ke telinga jutaan penonton dunia.
Lebih dari Sekadar Lagu Turnamen
Dalam konteks M-Series, lagu tema selalu memegang peran penting. “Sizzle” diposisikan sebagai official anthem M7 dan digunakan dalam berbagai materi resmi, mulai dari video teaser, pembuka siaran pertandingan, hingga elemen audio visual selama turnamen berlangsung.
Fungsinya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai pembangun emosi. Lagu ini dirancang untuk menyatukan pemain, tim, dan penonton dalam satu atmosfer kompetisi global. Pemilihan No Na juga menandai arah baru Moonton yang semakin serius menggabungkan musik pop global dengan ekosistem esports kompetitif.
Dengan karakter vokal modern dan produksi berstandar internasional, “Sizzle” diarahkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, tidak terbatas pada komunitas gamer semata.
Indonesia di Pusat Cerita
Dengan Indonesia sebagai tuan rumah M7, kehadiran No Na sebagai pengisi anthem terasa semakin simbolik. Bukan hanya karena mereka berasal dari Indonesia, tetapi karena latar belakang para anggotanya mencerminkan keberagaman geografis Nusantara.
Di panggung dunia esports, “Sizzle” menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai sumber suara, identitas, dan cerita. Dari studio rekaman hingga arena pertandingan, lagu ini membawa pesan bahwa semangat kompetisi global bisa lahir dari tanah sendiri, bahkan dari pulau yang kerap luput dari sorotan utama.
