KORANNTB.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat NTB yang menjalani pengobatan rujukan di luar daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberlanjutan Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar, Bali.

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad MA, bersama jajaran pimpinan dan staf, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Singgah Baznas NTB yang berlokasi di Jl. Pulau Bacan No. 26, Sanglah, Denpasar Barat, pada Senin, 9 Februari 2026.

Kunjungan ini dirangkaikan dengan penandatanganan perpanjangan sewa rumah singgah bersama pemilik rumah untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.

Menurut Ketua Baznas NTB, perpanjangan sewa ini merupakan langkah untuk memastikan kepastian dan keberlanjutan layanan kemanusiaan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat NTB yang sedang berobat di luar daerah tidak lagi dibebani persoalan tempat tinggal. Rumah singgah ini adalah bentuk kehadiran negara melalui zakat umat,” ujar Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA saat melakukan kunjungan.

Ia menegaskan, Rumah Singgah Baznas NTB bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan wujud nyata empati dan solidaritas sosial.
“Bagi kami, rumah singgah ini bukan hanya soal bangunan. Ini adalah tempat bernaung, tempat menguatkan harapan, dan tempat memulihkan semangat bagi keluarga pasien,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Baznas NTB menekankan, optimalisasi Rumah Singgah Baznas NTB merupakan bagian dari arahan langsung Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal.

“Rumah singgah ini harus dimaksimalkan pemanfaatannya. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, agar layanan kemanusiaan benar-benar dirasakan masyarakat NTB yang membutuhkan, khususnya dalam hal kesehatan,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Baznas NTB juga mendengarkan langsung kesaksian para penerima manfaat. Banyak keluarga pasien menyampaikan bahwa rumah singgah sangat membantu, terutama di tengah tingginya biaya hidup di Kota Denpasar.

“Kami sadar betul, biaya pengobatan saja sudah berat. Kalau masih ditambah biaya kos dan kebutuhan harian, itu bisa mematahkan semangat keluarga pasien. Karena itu Baznas NTB hadir untuk meringankan beban tersebut,” ungkapnya.

Suasana haru terasa saat Ketua Baznas NTB menyapa keluarga pasien satu per satu. Dalam momen penuh empati, ia memeluk keluarga pasien dan memberikan penguatan secara langsung.

“Bapak dan Ibu jangan sungkan. Kalau ada kesulitan selama di sini, sampaikan ke kami. Baznas NTB tidak ingin ada satu pun keluarga pasien yang merasa sendirian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendampingan Baznas NTB tidak berhenti pada bantuan materiil semata.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan zakat ini benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya secara ekonomi, tapi juga secara mental dan psikologis. Karena sakit itu bukan hanya menguji fisik, tapi juga hati,” tuturnya.

Salah satu penerima manfaat adalah Amelia Sabila, putri dari Wawan Sufianto, warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, yang tengah menjalani pengobatan tumor di area mata sebelah kiri. Keluarga pasien mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Rumah Singgah Baznas NTB, mengingat mahalnya biaya sewa tempat tinggal di Denpasar.

Selain itu, terdapat pasien yang telah menempati rumah singgah selama lebih dari tiga bulan karena harus menjalani kontrol rutin, pasien dengan penyakit bocor jantung, hingga pasien asal Pulau Sumbawa yang menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Sanglah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Baznas NTB menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperluas manfaat zakat di sektor kesehatan.

“Selama zakat umat masih kami kelola, kami akan pastikan dana tersebut kembali kepada umat dalam bentuk program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar, termasuk kesehatan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat.

“Amanah muzakki adalah tanggung jawab besar bagi kami. Karena itu Baznas NTB berkomitmen mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui program Rumah Singgah Baznas NTB di Denpasar, Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya menjadi jembatan harapan bagi masyarakat NTB yang tengah berjuang melawan penyakit, sekaligus memastikan bahwa zakat benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi kemanusiaan.