Setahun Iqbal–Dinda: Mengurai Simpul Isolasi, Membangun Arteri Ekonomi NTB
KORANNTB.com, MATARAM – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal–Dinda) menjadi tonggak akselerasi konektivitas di Nusa Tenggara Barat. Melalui “tangan dingin” Dinas Perhubungan, visi integrasi wilayah bukan lagi sekadar narasi politik, melainkan angka-angka pertumbuhan yang konkret di darat, laut, dan udara.
Berikut adalah 5 Pencapaian Strategis yang menjadi bukti nyata penguatan infrastruktur dan layanan publik NTB sepanjang 2025:
1. Langit NTB: Rekor Penumpang dan Ekspansi Rute
Sektor penerbangan menjadi indikator paling agresif dalam kebangkitan ekonomi daerah. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatatkan performa impresif:
-
Lonjakan Penumpang: Melayani 2.497.163 orang (naik 5% dibanding 2024). Artinya, rata-rata 7.000 orang mendarat/lepas landas setiap hari di Lombok.
-
Traffic Pesawat: Tumbuh 5,9% dengan total 26.337 pergerakan pesawat.
-
Konektivitas Baru: Pembukaan 7 rute baru (Banjarmasin, Palangkaraya, Labuan Bajo, Malang, Banyuwangi, Waingapu, dan Tambolaka), melonjak hampir dua kali lipat dibanding capaian tahun sebelumnya yang hanya 4 rute.
2. Gerbang Maritim: Kebangkitan Wisata Jalur Laut
Reaktivasi jalur laut berhasil memposisikan NTB sebagai simpul penting kawasan timur Indonesia:
-
Pelabuhan Lembar: Arus penumpang luar negeri melonjak tajam hingga 28%, menandakan kembalinya kepercayaan wisatawan mancanegara pada akses kapal cepat dan feri.
-
Simpul Sape–Labuan Bajo: Mencatat pertumbuhan 22,4% dengan total 32.633 penumpang. Jalur ini menjadi jembatan utama integrasi pariwisata antara Pulau Sumbawa dan Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo.
3. Terang di Jalan: Keamanan Darat Berbasis PJU
Pemerataan layanan publik menyasar hingga ke aspek keselamatan pengguna jalan di malam hari:
-
Infrastruktur Cahaya: Pemasangan 447 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota.
-
Dampak: Langkah ini tidak hanya menekan angka kriminalitas dan kecelakaan, tetapi juga memperpanjang jam operasional ekonomi UMKM di pinggir jalan lintas provinsi.
4. Kebijakan Afirmatif: Ambulans Gratis Lintas Pulau
Di bawah kepemimpinan Iqbal–Dinda, transportasi diberikan sentuhan kemanusiaan melalui program Penyeberangan Ambulans Gratis (Kayangan–Pototano):
-
Januari 2026: Melayani 96 unit ambulans, naik signifikan dari 63 unit pada Desember sebelumnya.
-
Makna: Negara hadir memangkas biaya birokrasi bagi pasien rujukan, memastikan bahwa akses kesehatan tidak terhambat oleh batas lautan.
5. Efek Domino: Konektivitas sebagai Pengungkit Ekonomi
Data-data di atas menunjukkan bahwa strategi Iqbal–Dinda menempatkan transportasi sebagai lead sector. Kelancaran arus barang dan manusia sepanjang 2025 menjadi katalis bagi:
-
Pertumbuhan investasi di sektor pariwisata.
-
Efisiensi logistik bagi pelaku UMKM lokal.
-
Inklusivitas pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
