Artikel pada berita ini sebatas informasi. Tidak dianjurkan untuk meniru. Jika Anda mengalami gejala tekanan mental segera datang ke pusat medis terdekat.

KORANNTB.com – Dua tentara Israel dilaporkan melakukan bunuh diri dalam waktu kurang dari 24 jam, menyoroti tekanan mental berat yang dihadapi militer di tengah konflik berkepanjangan.

Laporan media Iran menyebutkan salah satu tentara cadangan mengakhiri hidupnya di sebuah tempat perlindungan di kota Bat Yam. Insiden ini terjadi hanya berselang singkat dari kasus bunuh diri lainnya yang juga melibatkan personel militer Israel.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran terhadap kondisi psikologis prajurit Israel yang terus berada dalam tekanan sejak pecahnya konflik besar di Gaza pada Oktober 2023.

Sejumlah laporan lain turut menguatkan indikasi meningkatnya krisis kesehatan mental di tubuh militer Israel. Laporan resmi parlemen Israel, Knesset, mencatat sebanyak 279 tentara Israel mencoba bunuh diri sejak awal 2024.

Data tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sekitar 78 persen kasus bunuh diri pada 2024 berasal dari kalangan tentara tempur, meningkat tajam dari kisaran 42 hingga 45 persen pada periode 2017 hingga 2022.

Secara keseluruhan, sebanyak 124 tentara Israel dilaporkan meninggal akibat bunuh diri sejak 2017 hingga pertengahan 2025. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan wajib militer, disusul tentara cadangan dan personel profesional.

Laporan itu juga mengungkapkan hanya sebagian kecil korban yang sempat mendapatkan pendampingan kesehatan mental sebelum meninggal dunia, menunjukkan masih terbatasnya akses atau penanganan psikologis di lingkungan militer.

Kasus lain yang turut menjadi sorotan adalah seorang navigator tempur Angkatan Udara Israel, Mayor (cadangan) Asaf Dagan, yang meninggal karena bunuh diri pada Oktober 2024.

Awalnya, kematian Dagan tidak diakui sebagai bagian dari tugas militer. Namun, setelah perjuangan panjang keluarga, otoritas akhirnya mengakui bahwa gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang dialaminya berkaitan langsung dengan tugas militer.

Kementerian Pertahanan Israel kemudian menetapkan Dagan sebagai prajurit gugur, sekaligus mengakui dampak psikologis perang sebagai bagian dari konsekuensi dinas militer.

Rangkaian kasus ini memperlihatkan tekanan psikologis yang semakin berat di kalangan tentara Israel, seiring intensitas operasi militer yang tinggi dan mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan.

Meski demikian, sejumlah laporan terkait kasus bunuh diri di kalangan militer masih menjadi perdebatan, terutama terkait transparansi data di tengah situasi konflik yang terus berlangsung.