Hari Keempat Pencarian, Heri Saputra Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan Meninting
KORANNTB.com – Heri Saputra (16), remaja asal Dusun Bagik Dapol yang hanyut terseret air bah di kawasan Air Terjun Temburun Nanas, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada hari keempat pencarian, Kamis (9/4) sekitar pukul 08.25 WITA oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban ditemukan mengambang di permukaan air sejauh kurang lebih 2 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di area hulu Bendungan Meninting.
Koordinator Lapangan SAR, Dewa Gede Kerta, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan korban langsung dievakuasi setelah ditemukan.
“Korban kami temukan mengambang di area hulu Bendungan Meninting. Setelah dievakuasi dari perairan, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Dalam proses pencarian, Kantor SAR Mataram turut mengerahkan drone thermal untuk membantu memetakan area sulit dijangkau di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi jeram dan bebatuan besar.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu serta debit air yang fluktuatif menjadi kendala utama selama operasi berlangsung.
“Arus yang sangat kuat dan medan sungai yang licin menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel di lapangan,” katanya.
Peristiwa ini bermula pada Senin (6/4) siang saat korban bersama rekan-rekannya berwisata di lokasi tersebut. Tiba-tiba datang air bah yang menyeret dua orang. Satu korban berhasil selamat, sementara Heri Saputra hanyut terbawa arus hingga akhirnya ditemukan empat hari kemudian.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkartan Kabupaten Lombok Barat, tenaga kesehatan, komunitas pecinta alam, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Tim SAR mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika cuaca ekstrem yang dapat memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba.
