Media Asing Kritik Bali, Minta Wisatawan Beralih ke Lombok
KORANNTB.com – Media internasional Euronews menyoroti Lombok sebagai salah satu alternatif wisata bagi pelancong yang ingin menjelajahi Indonesia tanpa harus selalu mengunjungi Bali. Rekomendasi tersebut muncul dalam artikel prediksi tren perjalanan 2027 yang diterbitkan pada 29 September 2026.
Dalam artikel berjudul “‘Inception’ Trips, Chinamaxxing and Undertourism: Euronews Travel’s Top Trends and Predictions for 2027”, Euronews mengangkat kecenderungan wisatawan untuk mencari destinasi yang lebih tenang, tidak terlalu ramai, dan menawarkan pengalaman yang lebih autentik.
Bali Dinilai Semakin Padat dan Mahal
Euronews menyebut Bali telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara, terutama mereka yang mencari kemewahan dengan harga relatif terjangkau serta pemandangan alam yang beragam.
Namun, popularitas tersebut turut memunculkan sejumlah persoalan. Jurnalis Euronews, Saskia O’Donoghue, menceritakan pengalamannya mengunjungi Bali sekitar dua tahun sebelumnya. Meski mengakui pulau tersebut memiliki banyak tempat yang indah dan menarik, ia menilai sejumlah kawasan terasa sangat padat oleh wisatawan.
Kemacetan lalu lintas juga menjadi sorotan. Banyak pelancong berusaha mengunjungi sebanyak mungkin tempat dalam satu perjalanan, sehingga kepadatan semakin terasa di sejumlah kawasan wisata.
Selain itu, Euronews menyoroti kenaikan harga akomodasi dan makanan. Dalam beberapa kasus, biaya tersebut disebut dapat menyaingi harga di Eropa, sehingga daya tarik Bali sebagai destinasi dengan biaya relatif terjangkau tidak lagi selalu berlaku.
Artikel itu juga menyinggung kekecewaan sebagian wisatawan terhadap pembangunan yang menggusur atau mengubah usaha lokal yang telah lama berdiri.
Lombok Punya Pantai, Air Terjun, dan Gunung Rinjani
Sebagai alternatif, Euronews merekomendasikan Lombok, yang terletak tidak jauh dari Bali. Pulau di Nusa Tenggara Barat tersebut dinilai menawarkan pengalaman wisata alam dengan harga yang relatif lebih rendah.
Sejumlah daya tarik yang disorot meliputi pantai-pantai yang masih alami, air terjun, jalur pendakian, serta Gunung Rinjani yang menjadi salah satu ikon wisata alam Indonesia.
Keunggulan tersebut dinilai sesuai dengan perubahan preferensi wisatawan yang mulai mencari pengalaman di luar destinasi utama dan menghindari kawasan yang terlalu ramai.
Tren ini dikenal sebagai undertourism, yakni kecenderungan untuk mengunjungi destinasi yang belum terlalu padat atau belum menjadi tujuan wisata massal.
Bukan Hanya Lombok, Ada Komodo dan Raja Ampat
Selain Lombok, Euronews juga menyebut Taman Nasional Komodo dan Raja Ampat sebagai pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan alam Indonesia.
Taman Nasional Komodo menawarkan kesempatan untuk melihat komodo di habitat alaminya, sekaligus menikmati keanekaragaman satwa dan kehidupan laut.
Sementara itu, Raja Ampat dikenal dengan gugusan pulau berhutan, perairan jernih, serta terumbu karang dengan keanekaragaman hayati laut yang kaya.
Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa daya tarik pariwisata Indonesia tidak terbatas pada Bali. Berbagai daerah lain memiliki potensi untuk menarik wisatawan yang menginginkan pengalaman alam dan perjalanan yang berbeda.
Peluang bagi Pariwisata Lombok
Sorotan Euronews menjadi peluang bagi Lombok untuk semakin dikenal di pasar internasional, khususnya di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak pariwisata berlebihan di destinasi populer.
Meski demikian, artikel tersebut tidak menyatakan bahwa Lombok akan menggantikan Bali. Lombok diposisikan sebagai alternatif bagi wisatawan yang menginginkan suasana lebih tenang, biaya yang relatif terjangkau, serta pengalaman wisata berbasis alam.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengembangkan pariwisata Lombok tanpa mengulangi persoalan kepadatan, tekanan lingkungan, dan pembangunan yang tidak terkendali seperti yang disorot dalam pembahasan mengenai Bali.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Lombok berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di tengah perubahan tren perjalanan dunia.
