KORANNTB.com – Budayawan Sasak Lalu Putria mengklarifikasi tentang meminta izin kepada mahluk tidak terlihat sebelum Sirkuit Mandalika digunakan.

Budayawan yang dikenal dengan nama Datu Siledendeng ini mengatakan ITDC atau pemerintah seharusnya menggelar ritual adat “Nede Rahayu Ayuning Jagad” atau minta izin kepada Allah SWT untuk keselamatan bumi beserta isinya (jagat raya).

Nede Rahayu Ayuning Jagad
Mohon doa kepada Allah SWT yang maha segalanya untuk keselamatan jagat raya beserta seluruh isinya,” katanya, Selasa, 19 Oktober 2021.

Datu Siledendeng mengatakan, ritual adat itu bukan berarti memohon izin kepada hantu, jin atau iblis, tetapi memohon kepada Allah SWT agar keselamatan menyertai seluruh manusia di Pulau Lombok saat pergelaran event balapan di Sirkuit Mandalika.

“Untuk keselamatan para pembalap, kelamatan para tamu undangan keselamatan para penonton seluruh masyarakat atas segala gangguan. Sehingga acaranya lancar dan sukses,” katanya.

Dia menegaskan bukan berarti ritual adat tersebut memiliki arti meminta izin kepada jin.

“Bukan minta permisi kepada jin atau setan. Tapi kepada Allah SWT,” katanya.

Dia mengatakan, kegiatan serupa dilakukan pada setiap peresmian tempat seperti bandara, pembukaan jalur tracking Rinjani dan lainnya. (red)