KORANNTB.com – Stadion internasional berstandar FIFA akan dibangun di Lombok Barat untuk menunjang pelaksanaan PON ke-22 pada 2028. NTB dan NTT menjadi tuan rumah PON tersebut.

Ada tiga alternatif lokasi di Lombok Barat yang akan dipilih menjadi lokasi dibangun stadion. Masing-masing di Kecamatan Kuripan, Narmada dan Lingsar.

Lahan dipersiapkan sekitar 15 hektare dengan daya tampung stadion 60 hingga 70 ribu penonton.

Menariknya, anggaran sebesar Rp2 triliun bersumber dari pemerintah pusat untuk mendukung NTB menjadi tuan rumah.

Dari tiga lokasi tersebut, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri untuk dibangunkan stadion.

Jika di Kecamatan Kuripan, maka sudah pasti akses menuju bandara sangat dekat. Para penonton tidak perlu bersusah payah mencari jalan lain untuk menuju Narmada atau Lingsar (jika stadion dibangun di sana). Akses yang dekat bandara dan bypass, tentu akan menghindari terjadinya kemacetan di jalanan lain.

Dari tiga lokasi tersebut, Kuripan adalah lokasi paling dekat dengan bandara. Mobilitas penonton akan mudah. Apalagi, jika menuju Narmada atau Lingsar, maka berpotensi terjadi kemacetan, berhubung jalan menuju ke sana saat ini rawan macet karena merupakan jalur yang sering dilalui kendaraan ekspedisi maupun masyarakat umum.

Jika dibangun di Narmada, tentu juga sangat menguntungkan untuk mempromosikan destinasi-destinasi yang ada di Narmada. Di Narmada sangat terkenal dengan banyaknya lokasi permandian yang menjadi destinasi yang menarik.

NTB yang dikenal sebagai provinsi dengan keunggulan pariwisata tentu akan diuntungkan jika Narmada akan menjadi lokasi stadion. Akses menuju stadion sangat dekat dengan banyak lokasi destinasi, tentu akan menguntungkan untuk sarana promosi pariwisata dan juga masyarakat yang menggantung hidup pada pariwisata.

Apalagi, Gubernur NTB sangat mendukung UMKM mendapat panggung jika ada event nasional maupun internasional. Itu sangat cocok jika stadion dibangun di Narmada, yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara jika dibangun di Lingsar, tidak berbeda dengan Narmada. Jika Narmada memiliki banyak destinasi permandian, di Lingsar terkenal memiliki destinasi sejarah, religi sekaligus budaya. Contohnya Pura Lingsar yang menjadi lokasi wisata religi berpadu dengan sejarah dan keberagaman budaya masyarakat.

NTB tentu tidak melulu memperkenalkan destinasi alam, tapi juga harus menunjukkan keunggulan destinasi budayanya untuk semakin memperkenalkan pariwisata sekaligus budaya di mata nasional. Sehingga sangat tepat juga jika stadion didirikan di Kecamatan Lingsar.

Jika diadakan di Lingsar, tentu Pemprov NTB bisa menyuguhkan atraksi budaya yang menarik minat pengunjung seperti Malean Sampi atau balapan sapi atau Perang Topat yang sering digelar di sana di hari tertentu.

So… Dari ketiga tempat itu, semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Namun tentu saja, di manapun lokasinya, selagi berada di NTB, tentu akan menguntungkan masyarakat NTB juga. Menurut Anda, mana lokasi yang tepat dari tiga lokasi di atas? (red)