KORANNTB.com – Dari deretan bukit yang ada di Lombok Barat, Bukit Keteri menjadi favorit bagi para pendaki tektokan yang ingin menikmati sensasi pendakian di tengah kesibukan rutinitas. Itu karena bukit tersebut hanya memiliki ketinggian 400 Meter di Atas Permukaan Laut (Mdpl).

Bukit yang terletak di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat ini memang belum lama ini dibuka untuk umum. Bukit tersebut dikelola oleh masyarakat setempat dan dimanfaatkan warga lokal untuk membuka warung.

Hanya sekitar satu jam waktu tempuh untuk mencapai puncak Bukit Keteri. Namun menariknya, baru beberapa menit mendaki, pendaki dapat menikmati view segar pemandangan dari ketinggian.

Untuk harga tiketnya, hanya Rp10 ribu per orang, itupun termasuk tarif parkir kendaraan. Pengunjung dapat berkemah di sana, namun sayangnya harus membawa tenda dari rumah. Di puncak juga belum ada toilet hingga akan menyulitkan bagi yang belum terbiasa berkemah.

Bukit Pepe
Lima menit saat mendaki dari titik start, pendaki akan tiba di Bukit Pepe

Untuk menuju Bukit Keteri, pengunjung dapat melewati Desa Tempos atau depan tugu tank Lembar. Jalur menuju ke sana baru-baru ini mengalami perbaikan, sehingga jalannya begitu mulus. Kecuali jika memasuki desa yang menjadi lokasi bukit, aspal masih banyak yang rusak.

Jalur Bukit Keteri

Ada sebanyak tiga pos untuk mencapai puncak. Anda melewati satu bukit, kemudian mendaki lagi di bukit kedua yang menjadi lokasinya.

Tim KORANNTB mencoba mendaki bukit tersebut serta menghitung estimasi waktu tempuh.

Kami mulai mendaki pukul 16.44 Wita. Sekitar lima menit mendaki, kami tiba pukul 16.49 di Bukit Pepe. Di sana, pengunjung sudah dapat melihat view yang begitu cantik, deretan pegungan Lombok Barat.

Pukul 16.59 kami mencapai Pos 1. Estimasi waktu tempu menuju Pos 1 sekitar 15 menit.

Istirahat sebentar dan berlanjut mendaki. Pukul 17.02 kami tiba di persimpangan. Ada jalur menuju Air Terjun Melodos di sana. Namun karena kami ingin menuju puncak, maka perjalanan kami lanjutkan tanpa singgah di air terjun.

Mendaki
Suasana mendaki di Bukit Keteri

Pukul 17.14 kami tiba di Pos 2 atau disebut Tanjakan Penantian. Di sana ada sedikit medan menanjak. Namun rasa Lelah terbayar dengan pemandangan bentangan bukit yang begitu menakjubkan dari ketinggian. Jika malam hari, lampu-lampu perumahan akan terlihat begitu indah di sini.

Pukul 17.38 kami tiba di Pos 3, jalur menuju pos ini cukup landau setelah melewati Tanjakan Penantian. Kemudian kami berlanjut menuju puncak bukit hingga tiba pukul 17.49. Artinya estimasi waktu tempuh 1 jam 5 menit dengan istirahat di berbagai kesempatan.

Bonus Bukit Keteri

Selain mendapatkan pemandangan yang begitu menakjubkan, ada satu fakta menarik di bukit tersebut. Jika mendaki di pagi buta sekitar jam 5.30 atau di sore hari, pengunjung dapat melihat kabut begitu tebal dari atas puncak. Itu jika kondisi alam mendukung. Biasanya kabut akan muncul pagi hari atau setelah hujan mengguyur.

Fakta menarik lainnya, di sepanjang jalan banyak ditemukan jambu mate atau perkebunan warga. Bahkan di tengah bukit ada beberapa bangunan milik warga. Bahkan warga memelihara sapi mereka di dekat puncak bukit, sembari membuka warung. Jika lapar atau butuh minuman, dapat berbelanja di sana atau sekadar menumpang toilet.

Itulah keindahan Bukit Keteri yang sangat direkomendasikan bagi pendaki yang ingin tektokan (pergi pulang) tanpa berkemah. Sangat dianjurkan menggunakan sepatu gunung, karena jalan cukup licin meskipun hanya 400 Mdpl, apalagi jika hujan turun.