KORANNTB.com — Kejutan datang dari Banjarbaru. Presiden Republik Indonesia menyatakan dukungan terhadap permintaan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) agar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 ditetapkan dan diselenggarakan di NTB–NTT.

Dukungan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan langsung dengan kedua gubernur di sela peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Presiden menilai konsep penyelenggaraan PON yang diajukan NTB–NTT rasional, bertanggung jawab, serta sejalan dengan prinsip efisiensi pengelolaan anggaran negara.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kesiapan kedua provinsi untuk menjadi tuan rumah bersama dengan pendekatan yang terukur dan realistis.

“Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel, dengan fokus pada cabang olahraga yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” ujar Miq Iqbal kepada media usai pertemuan.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa dukungan Presiden tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui langkah administratif.

“NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan kami, guna memperoleh penetapan resmi,” tegasnya.

Dukungan Presiden ini dinilai menjadi langkah strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. Penyelenggaraan PON di NTB–NTT diproyeksikan menjadi model baru yang efisien, kolaboratif, serta berorientasi pada optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional.

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa kedua provinsi dipercaya dan dinilai mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia, tegas Miq Iqbal.