KORANNTB.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2025–2026 melaksanakan program kerja pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Program ini bertujuan memanfaatkan limbah hasil pertanian menjadi produk bernilai guna sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya produksi buah manggis di Desa Batu Mekar yang selama ini menyisakan limbah kulit manggis dalam jumlah besar. Desa Batu Mekar sendiri dikenal dengan julukan penghasil “MADURA” (Manggis, Durian, Rambutan). Kulit manggis yang umumnya dibuang dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi produk herbal karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mengolah kulit manggis melalui beberapa tahapan, mulai dari pembersihan, pemotongan, pengeringan, hingga penggilingan menjadi bubuk. Bubuk kulit manggis tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan herbal lain, yakni cengkeh dan kayu manis. Komposisi yang digunakan dalam pembuatan teh herbal ini terdiri atas 8 gram bubuk kulit manggis, 1 gram bubuk cengkeh, dan 1 gram bubuk kayu manis, yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong teh.

Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Batu Mekar menyampaikan bahwa penggabungan bahan herbal tersebut bertujuan untuk meningkatkan cita rasa sekaligus memperkaya khasiat teh. Selain praktik pengolahan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan kelompok-kelompok tani mengenai teknik proses pembuatan, pengemasan, serta peluang pengembangan produk sebagai usaha skala rumah tangga.

Dari sisi ekonomi, pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil pertanian desa. Limbah kulit manggis yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual dapat diolah menjadi produk siap konsumsi yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha mikro atau usaha rumah tangga. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, menambah pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Masyarakat Desa Batu Mekar menyambut baik dan mengapresiasi program kerja tersebut. Warga menilai inovasi pengolahan kulit manggis menjadi teh herbal dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan.

Dari sisi kesehatan, teh herbal kulit manggis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berperan membantu menangkal radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung, serta menjaga kesehatan kulit. Penambahan cengkeh dan kayu manis juga berkontribusi terhadap aroma, rasa, dan manfaat herbal, seperti membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung kesehatan pencernaan dan jantung. Meski demikian, mahasiswa KKN menegaskan bahwa konsumsi teh herbal ini ditujukan sebagai minuman pendukung kesehatan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis. Teh herbal kulit manggis ini dinilai aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN PMD Unram Tahun 2025–2026 berharap pengolahan teh herbal kulit manggis dapat menjadi contoh inovasi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Batu Mekar.