Kades Lenek Klarifikasi Soal Video Asusila yang Buat Heboh
KORANNTB.com – Beredar sebuah video asusisa yang memperlihatkan pasangan muda-mudi melakukan hubungan badan di sebuah kamar. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Lenek, Lombok Timur.
Namun berdasarkan fakta yang ditemukan, video tersebut merupakan video lama dan bukan terjadi baru-baru ini. Sementara mahasiswa KKN baru-baru ini menyelesaikan KKN mereka, sehingga tidak memiliki hubungan dengan video.
Video asusila tersebut diduga berasal dari luar Lombok karena pemeran memiliki logat yang berbeda. Apalagi, video tersebut tersebar 5 hingga 6 bulan lalu, bukan pada saat mahasiswa melakukan KKN atau pasca KKN.
Kepala Desa Lenek, Suardi, mengatakan tidak tahu menahu kejadian beredarnya video asusila yang menggemparkan sosial media.
“Bahwa saya pribadi dan atas nama pemerintah Desa Lenek tidak tahu menahu tentang kejadian yang sekarang ini lagi ramai di Medsos,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Dia mengatakan yang sebelumnya disampaikan ke media memang benar ada mahasiswa Unram yang sedang melakukan KKN selama 45 hari, namun bukan membenarkan bahwa aktor pada video adalah mahasiswa KKN.
“Yang bisa saya sampaikan hanya membenarkan ada mahasiswa KKN di desa kami dari Unram selama 45 hari, dari Desember sampai 5 Februari kemarin. Hanya itu yang saya tahu, selebihnya kami Pemerintah Desa Lenek tidak tahu menahu,” katanya.
Suardi juga mengatakan dalam waktu dekat peserta KKN Unram akan datang ke Desa Lenek untuk melakukan klarifikasi bahwa tidak ada perbuatan asusila yang dilakukan peserta KKN.
“Info sementara peserta KKN yang kemarin akan datang ke kantor desa, namun belum dipastikan kapan tanggalnya,” katanya.
Dibantah Unram
Sebelumnya, Ketua Satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi mengatakan tidak benar aktor dalam video tersebut merupakan mahasiswa di Mataram atau Lombok pada umumnya. Dia memastikan bahwa video tersebut telah lama beredar.
“Kami memastikan video tersebut telah lama beredar. Sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu dan bukan merupakan mahasiswa di Mataram atau Lombok,” katanya, Senin, 9 Februari 2026.
Dia mengatakan, dari suara dalam rekaman video juga bukan merupakan logat Lombok. Kuat indikasi bahwa kejadian bukan terjadi di Lombok.
“Ada indikasi kuat bahwa kejadian bukan di Lombok, karena jika didengar suara pada video tampak logat luar daerah,” ujarnya.
Joko Jumadi mengatakan memang ada kemiripan seorang mahasiswa KKN saat mengenakan kacamata, seperti wanita pada video. Namun jika mahasiswa tersebut membuka kacamata, sangat jauh berbeda dengan yang ada pada video.
Joko berharap masyarakat lebih jeli dan tidak terpengaruhi isu liar yang berkembang dan berdampak pada korban yang dituduh melakukan adegan syur pada video.
“Padahal korbannya enggak pernah ngapa-ngapain, sekarang sangat terganggu dengan tuduhan-tuduhan tersebut,” katanya.
Bahkan, mahasiswa KKN yang sempat dituduh menjadi aktor dalam video telah melakukan klarifikasi secara terbuka dan berani bersumpah bahwa dia tidak melakukan tindakan asusila seperti video yang beredar.
