BMKG Prediksi Musim Hujan pada Desember 2026
KORANNTB.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat akan bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan musim hujan di Indonesia pada periode 2026/2027.
Berdasarkan data BMKG, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur pada Agustus 2026 mencapai +2,83. Sementara itu, indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) pada periode Juni–Agustus 2026 tercatat sebesar +2,20, yang menunjukkan fase El Niño sangat kuat.
BMKG memprediksi kondisi ENSO tersebut akan bertahan dalam fase El Nino hingga awal 2027.
Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Pada November, awal musim hujan diprediksi terjadi di 185 Zona Musim (ZOM), yang mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia. Sementara pada Desember, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia.
Awal musim hujan diprediksi dimulai dari wilayah Sumatra bagian utara, kemudian meluas secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Namun, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. BMKG mencatat sebanyak 529 ZOM atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia berpotensi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dari biasanya. Sementara itu, sebanyak 26 ZOM atau 2,15 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan sesuai kondisi normal.
Dari sisi akumulasi curah hujan selama musim hujan, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berada dalam kategori normal atau mendekati rata-rata klimatologis. Kondisi tersebut diprediksi terjadi di 510 ZOM, yang mencakup 69,76 persen luas daratan Indonesia.
Adapun puncak musim hujan 2026/2027 diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Selanjutnya, 162 ZOM atau 25,68 persen diperkirakan mencapai puncak pada Januari 2027, sedangkan 190 ZOM atau 16,79 persen pada Februari 2027.
BMKG juga memprediksi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Jumlahnya mencapai 332 ZOM atau 50,76 persen luas daratan Indonesia. Sementara itu, puncak musim hujan di 275 ZOM atau 39,69 persen luas daratan Indonesia diperkirakan berlangsung sesuai kondisi normal.
Selain berpotensi mengalami kemunduran, musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia juga diprediksi berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal. BMKG mencatat kondisi tersebut berpotensi terjadi di 482 ZOM, yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia.
