Kecelakaan Lalu Lintas di NTB Naik 48,5 Persen, Tembus 2.909 Kasus
KORANNTB.com – Angka kecelakaan lalu lintas di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB mencatat, jumlah kecelakaan mencapai 2.909 kejadian, naik sekitar 48,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.959 kejadian.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian Polda NTB. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar meningkatkan kedisiplinan dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Pesan itu disampaikan Kapolda saat melaksanakan program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMAN 8 Mataram, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Quick Wins Kapolri.
“Keselamatan di jalan harus menjadi perhatian bersama. Pelajar wajib mematuhi aturan lalu lintas, memakai helm berstandar SNI, menghindari balap liar, serta tidak berkendara sebelum cukup umur dan memiliki SIM,” ungkap Irjen Kalingga di SMAN 8 Mataram.
Di tengah meningkatnya jumlah kecelakaan, data penindakan pelanggaran lalu lintas justru menunjukkan tren penurunan. Selama Januari hingga Oktober 2026, Polda NTB mencatat 62.953 pelanggaran, lebih rendah dibandingkan 90.763 pelanggaran pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kapolda menilai penurunan jumlah penindakan tersebut perlu dibarengi dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Kepatuhan berkendara, menurutnya, harus berangkat dari kesadaran menjaga keselamatan, bukan semata-mata karena adanya pengawasan polisi.
“Keselamatan bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan. Berangkatlah dengan selamat, belajar dengan semangat, dan pulang membawa harapan,” pesan Kapolda kepada para pelajar.
“Jangan tertib berlalu lintas hanya karena takut kepada polisi. Jadikan keselamatan sebagai kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Selain menyoroti keselamatan di jalan raya, Kapolda juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat menghambat pendidikan dan merusak masa depan. Narkoba, judi online, perundungan, tawuran, hingga keterlibatan dalam geng motor menjadi sejumlah persoalan yang perlu dihindari generasi muda.
“Gunakan masa muda untuk hal-hal positif. Kembangkan kemampuan melalui olahraga, seni, kegiatan ekstrakurikuler, dan prestasi. Jangan biarkan pergaulan negatif merusak cita-cita,” ucapnya.
Pada hari yang sama, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., juga menyambangi lingkungan pendidikan melalui kegiatan Polidik di Sekolah Kristen Aletheia, Jalan Majapahit Nomor 47, Ampenan. Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 Wita sebagai upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan kalangan pelajar.
Program tersebut sejalan dengan pendekatan Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Melalui pendekatan yang humanis dan responsif, Polri berupaya membangun komunikasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai persoalan yang dihadapi para siswa.
“Polisi ingin hadir sebagai sahabat pelajar, membantu membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Brigjen Hari.
Pelaksanaan kegiatan di SMAN 8 Mataram turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda NTB, di antaranya Dirintelkam, Dirresnarkoba, Dirlantas, Dirtahti, Kabid Humas, Kabid TIK, Kabid Propam, serta Kayanma.
Melalui program Polidik, Polda NTB berharap upaya membangun karakter dan kedisiplinan pelajar dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas. Sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi, bijak dalam pergaulan, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain.
