Mataram – Dinamika perkembangan konvergensi media telah menjadi tantangan kontemporer, sekaligus warna baru iklim dunia jurnalistik  dewasa ini. Di sisi lain peran jurnalis pun dituntut semakin kompleks untuk bisa elegan menyampaikan informasi tanpa menafikan perkembangan era digitalisasi yang terus menawarkan inovasi multimedianya.

 

Dalam dimensi ini semakin berkembangnya teknologi media berbasis daring (online), baik media sosial maupun pengguna bloger  menuai persoalan baru kaburnya  komparasi antara fakta dan opini. Persoalan tersebut harus menjadi konsen semua pelaku media untuk terus berkarya menggunakan teknologi mutakhir dengan kemajuan multimedia yang  ada, tanpa melupakan rambu rambu dan kaidah jurnalistik konvensional yang telah ada.

 

Berangkat dari fenomena tersebut Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB mencoba menjawab tantangan tersebut dengan pola peningkatan kompetensi dan SDM anggota serta para pelaku media (konvensional dan multimedia) di Nusa tenggara Barat sebagai bagian dari agenda organisasi menyongsong era digitalisasi media milenial.

 

Ada dua tema kegiatan yang akan dihelat pengurus daerah IJTI yakni peningkatan kompetensi jurnalis (jurnalsme on Duty) dengan tema “Vlog dalam Perspektif Media Masa Kini” yang akan digelar Sabtu 27 Oktober 2018 di Praya Lombok Tengah, serta kegiatan jurnalisme yang melibatkan warga masyarakat (Citizen Journalism)  dengan tema “Jurnalisme Warga dalam Bingkai Media Milenial” bertempat di Lombok Barat pada tanggal 31 Oktober 2018.

 

Kegiatan rutin yang menjadi kalender tahunan bagi Pengda IJTI NTB ini akan mengupas pola dan tata cara kerja jurnalistik televisi sekaligus membedah soal kesenjangan antara media mainstream dengan media konvergensi yang bergerak dalam lingkar multimedia dewasa ini. Hal tersebut  akan dikupas tuntas  dengan menghadirkan sejumlah pemateri IJTI Pusat, Dewan Pers dan juga praktisi media professional yang diharapkan mampu memberikan pencerahan dan edukasi bagi seluruh peserta nantinya.

 

Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi mengatakan, kegiatan ini menjadi penting tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi  internal anggota IJTI NTB namun juga penting sebagai langkah peningkatan kapasitas bagi para peserta tentang perkembangan media hari ini sebagai wawasan baru untuk menjalankan profesinya ke depan.

 

“Pelatihan ini menjadi penting yang pertama sebagai upaya meningkatkan kompetensi anggota dalam menyikapi perkembangan media dewasa ini yang mulai memasuki era konvergensi multimedia, ” ucapnya.

 

Pelatihan kompetensi bertajuk “Vlog dalam Media Televisi  Masa Kini” di Praya Lombok Tengah akan dihadiri ratusan peserta dari kalangan pekerja media mulai elektronik, media cetak dan online dan dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimasyah atau jajaran muspida yang mewakili.

 

Selain membedah fenomena vlog atau media konvergensi dewasa ini, dalam dua agenda tersebut Pengda IJTI NTB juga akan memberikan pelatihan kepada ratusan orang warga masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang kehumasan lembaga maupun instansi pemerintahan sebagai inisiatif untuk menjalankan fungsi sosial organisasi.

 

“Upaya mensinkronkan informasi soal kerja media kepada warga masyarakat, juga akan menjadi point penting dalam pelatihan ini ke depannya peran dan fungsi media sesungguhnya bisa tersosialisasi secara baik kepada warga masyarakat.  Targetnya  secara khusus mengembalikan marwah media mainstream sebagai salah satu sumber rujukan informasi yang akurat dan layak dipercaya” pungkas Riadi. (red)